5 Fakta Menarik Mengenai Imlek Yang Mungkin Jarang Diketahui

Tanggal 8 Februari esok bertepatan dengan tahun baru Cina atau yang akrab disebut Imlek. Seperti perayaan etnis Tionghoa pada umumnya, Imlek kali inipun dipastikan akan sengat meriah dan juga penuh simbol monyet Api yang menandai masuknya tahun baru ini. Tak hanya di Indonesia, kemeriahan imlek atau Chinese New Year atau Lunar New Year inipun juga dirayakan diseluruh dunia.

Menjelang perayaan Imlek 2016, Beranda suguhkan 5 fakta unik dari perayaan meriah kaum Tionghoa ini~ www.freepik.com
Menjelang Imlek 2016, Beranda suguhkan 5 fakta unik imlek~ www.freepik.com

Imlek memang identik dengan peryaaan meriah dan juga penuh makna bagi kaum Tionghoa. Namun selain perayaan meriah dan festival-festival, mungkin ada fakta-fakta unik yang belum diketahui dari peryaan Imlek ini. Dan berikut ini ada 5 fakta unik dari perayaan Imlek atau tahun baru Cina yang telah BERANDA kumpulkan dari berbagai sumber.

Imlek adalah festival yang dirayakan 1/5 populasi penduduk dunia

Imlek dirayakan oleh kurang lebih 1/5 populasi manusia di seluruh dunia dan juga keramaian yang megah~ fungerms.com
Imlek dirayakan oleh kurang lebih 1/5 populasi manusia di seluruh dunia~ fungerms.com

Imlek atau Lunar New Year adalah salah satu peringatan yang dirayakan oleh kurang lebih 1/5 populasi penduduk dunia. Berbeda dengan tahu baru Masehi yang dirayakan serentak, hanya 1/5 penduduk dunia yang merayakan tahun baru Cina ini. Meski begitu, peryaaan Imlek justru mungkin lebih meriah karena dilaksanakan lebih dari sehari.

Imlek adalah satu-satunya perayaan yang paling banyak menggunakan kembang api

Kembang api banyak digunakan saat perayaan imlek atau tahun baru cina~ www.scmp.com
Kembang api banyak digunakan saat perayaan imlek~ www.scmp.com

Tahun baru masehi bahkan idul fitri memang identik dengan kembang api dan juga petasan. Namun Imlek hanya satu-satunya perayaan di dunia ini yang menghabiskan stock kembang api paling banyak. Menurut Chinahighlits, dalam sekali perayaan imlek masyarakat Tionghoa menghabiskan kurang lebih 90% persedian kembang api selama satu tahun.

Jutaan amplop warna merah terpakai selama perayaan Imlek

Jutaan amplop warna merah terpakai sat perayaan imlek di seluruh dunia~ www.chinatourguide.com
Jutaan amplop warna merah terpakai saat imlek~ www.chinatourguide.com

Warna merah dan emas dianggap membwa keberuntungan bagi etnis Tionghoa. Tak heran jika dominasi waran emas dan merah terlihat jelas dalam perayaan Imlek setiap tahunya. Salah satunya terlihat dari angapao atau amplop merah yang diserahkan dari orang tua, untuk anak-anak dan anggota keluarga yang belum menikah pada setiap perayaan Imlek ini. Kabarnya, jutaan amplop merah terpakai dan digunakan dalam perayaan imlek setiap tahunya.

4% populasi penduduk dunia melakukan mudik untuk merayakan Imlek

Banyak orang mudik pulang kampung ke RRC selama perayaan imlek dari seluruh dunia~ www.choosechicago.com
Banyak orang mudik ke RRC selama perayaan imlek~ www.choosechicago.com

Sama seperti Natal, lebaran dan Thanksgiving, mudik juga jadi salah satu budaya etnis Tionghoa diseluruh dunia selama perayaan imlek ini. Terhitung ada sekitar 4% populasi penduduk dunia yang berduyun-duyun pulang kampung ke Tiongkok untuk merayakan imlek di kampung halaman.

Tak peduli apapun musimnya, Imlek akan selalu disebut sebagai festival Musim Semi

 Imlek selalu disebut sebagai perayaan musim semi meski kadang jatuh saat musim dingin~ vudesk.com
Imlek selalu disebut sebagai perayaan musim semi~ vudesk.com

Tidak seperti tahun baru masehi yang selalu jatuh tanggal 1 Januari, tahun baru Cina tak tentu tanggal jatuhnya. Namun uniknya tak peduli kapankah musim jatuhnya tahun baru Cina, perayaan imlek akan tetap disebut sebagai festival musim semi (spring festival). Meskipun jatuh pada musim dingin, imlek akan tetap disebut ‘Spring Festival’ (春节 chūnjié /chwnn-jyeah/). Ini karena dimulainya musim semi (4-18 Februari), adalah yang pertama digunakan dalam klender Matahari Cina kuno yang masih dipakai hingga saat ini.

Yuyun Nurhidayati Amalia

A woman who devote her life as a reader, observer, long life learner, film enthusiast and the avid fan of conspiracy theory.