Andrew Garfield: “Sony dan Marvel Adalah Penjara Untuk Karier saya”

Rupanya keputusan Sony Pictures untuk tidak lagi memanggil Andrew Garfield sebagai Spider-Man adalah keputusan tepat. Setelah keputusan mereka untuk kembali bekerjasama dengan Marvel, Sony Pictures mengganti Garfield dengan tokoh yang lebih muda untuk memerankan Peter Parker di Spider-Man.

Andrew Garfield
Andrew Garfielde

Spider-Man dituntut untuk mampu menyenangkan banyak orang, dan hal itu yang tidak bisa dicapai oleh Garfield. Bahkan, dirinya merasa frustasi dengan ekspektasi yang diharapkan oleh tim produksi Spider-Man selama dirinya memerankan tokoh manusia laba-laba itu.

“kita tidak akan bisa menyenangkan banyak pihak dari suatu film. Kita tidak bisa memaksakan mereka untuk menyukai apa yang kita tampilkan,” ujar Garfield.

Menurutnya, film Spider-Man itu memiliki target pasar yang terlalu luas. Apalagi, tuntutan produser yang buruk membuat Spider-Man terkesan kuno untuk ukuran dirinya yang ingin memiliki peran berkualitas di dalamnya.

Garfield memang berusaha membuat Peter Parker dengan karakter yang lebih unik dibandingkan Tobey Maguire yang terkesan melankolis. “sesuatu yang layak ditonton,” ujar Garfield menggambarkan tokoh Peter Parker yang diperankannya.

Oleh karena itu, Garfield pun mengamini dirinya yang tidak lagi dipercaya menjadi sosok Spidey untuk franchise Marvel kedepannya. Bahkan, dirinya menegaskan tidak bisa lagi untuk hidup seperti itu, “saya tidak bisa hidup seperti itu, seperti dipenjara. Padahal saya adalah aktor,” ujarnya.

Spider-Man memang akan dilanjutkan franchise-nya setelah Marvel dan Sony sempat putus. Kali ini, tidak tanggung-tanggung, Marvel dan Sony akan melanjutkan franchise manusia laba-laba ini untuk Captain America: Civil War pada 2016 dan Reboot Spider-Man 2017 nanti.