Daftar Film Terbaik Sepanjang Tahun 2015

Tidak terasa kita telah menginjak pertengahan tahun 2015 ini, mulai hingga awal Januari lalu hingga akhir bulan Juli ini kita telah banyak disuguhkan berbagai macam Genre Film yang siap menghibur kita, baik dengan pasangan ataupun dengan Keluarga tercinta kita.

Selama beberapa bulan tersebut tentunya tak semua Film yang tayang sesuai dengan harapan akan menghibur para penontonnya. Naah, kali ini Tim Redaksi Beranda.co.id merangkum daftar Film Terbaik yang Telah tayang mulai Januari – Hingga July 2015 ini, berikut Daftar Filmnya

1. Mad Max: Fury Road

Klasik, keras, rusuh, dan to the point adalah nilai utama yang dijual dari Mad Max. Berbeda dengan film kebanyakan, yang selalu ada orientasi pengenalan tiap-tiap karakter, Mad Max justru memberikan hal berbeda, tidak ada pengenalan secara mendalam dari masing-masing karakter. Dialog yang diberikan oleh film ini pun tergolong minim, lebih banyak aksi-aksi brutal yang ditampilkan dibandingkan komunikasi antarpersonal tiap karakternya.

MV5BMTUyMTE0ODcxNF5BMl5BanBnXkFtZTgwODE4NDQzNTE@._V1_SX640_SY720_

Scoring dan visual effect menjadi dua bumbu utama dalam film yang digarap oleh George Miller ini. Bagaimana mobil meledak, adegan kekerasan, dan lain-lain menjadi sangat pantas jika Mad Max dilabeli dengan rated-R karena adegannya yang sarat dengan darah.

Namun, untuk yang menginginkan film dengan alur cerita menarik, Mad Max lebih baik jangan dimasukkan ke daftar film untuk ditonton karena alur ceritanya benar-benar dangkal, dan bisa dibilang terlalu biasa, namun aspek-aspek di luar alur cerita patutlah membuat Mad Max ini mendapat berbagai ulasan positif di banyak situs film.

2. Furious 7

Satu hal yang membuat Furious 7 menjadi seri terbaik Fast&Furious adalah meninggalnya Paul Walker, yang memerankan Bryan O’Connor. Partner dari Vin Diesel ini meninggal sebelum film ini selesai diproduksi, dan membuat sutradara Furious 7 mengganti ending dari ceritanya. Hasilnya? Bahkan yang tidak mengikuti serial Fast&Furious sebelumnya pun tertarik ingin menontonnya. Selain kejadian tersebut, beradunya akting Dwayne Johnson, Jason Statham, dan Vin Diesel juga patut diacungi jempol.

fast-and-furious-7-2015-billboard-650

Jason Statham yang menjadi tokoh antagonis di seri ini justru menjadi sorotan tersendiri, setelah di beberapa film Statham sebelumnya, seperti Expendables dan Transporter menunjukkan sekuat apa dirinya. Shaw dalam Furious 7 ini digambarkan sebagai tokoh antagonis yang sulit mati, dan justru membuat lebih difavoritkan dibandingkan Vin Diesel atau Dwayne Johnson. Sampai akhir film pun, Shaw tidak ‘dimatikan’ oleh James Wan, hanya kalah dan tanpa luka berarti.

Memiliki taglineone last ride‘ tidak lantas membuat Furious 7 menjadi penutup franchise yang melambungkan nama Vin Diesel selain perannya di xXx. Dikabarkan, akan ada lanjutan di mana Shaw akan kembali menjadi musuh utama, sedangkan Bryan sudah ‘dipensiunkan’ terlebih dahulu melalui ending dari Furious 7.

3. Jurassic World

Nostalgia yang diharapkan muncul dari seri terbaru Jurassic ini ternyata benar-benar terwujud. Setelah hampir lebih dari satu dekade tidak ada kabar tentang binatang-binatang prasejarah ini, Collin Trevorrow memunculkan Jurassic World dengan ciri khas, yaitu Chris Pratt si pawang velociraptor dan Bryce Dallas Howard yang sepertinya bisa menjadi pelari marathon, dengan menggunakan sepatu hak tinggi.

150608103918-jurassic-world-training-780x439

Setting film yang futuristik seakan menjadi jawaban atas pertanyaan mampukah film tahun 1990-an direboot menjadi film yang sesuai dengan zaman. Munculnya indominus rex sebagai ‘tokoh antagonis’ dari film ini cukup menarik, karena munculnya jenis T-Rex yang lebih ganas dari Rex sebelumnya di Jurassic Park,  dan yang rupanya memiliki ikatan batin dengan dinosaurus lain. Berbicara soal Jurassic Park, ternyata ada satu plot di mana nostalgia Jurassic Park ini juga dimunculkan oleh Trevorrow.

Namun, terlepas dari bagusnya film ini yang sempat menembus pendapatan tertinggi dalam sejarah Box Office, dan rating yang sempat tinggi di beberapa situs seperti Imdb atau Rottentomatoes, banyak hal yang jadi kekurangan. Alur cerita yang tidak cukup menarik, dan hal-hal tidak masuk akal seperti berlari dengan hak tinggi, atau “menggiring” dinosaurus karnivora hanya menggunakan flare, atau jeleknya sistem keamanan di Jurassic World sehingga tidak ada pengembalian semua wahana ke starting point saat ada evakuasi membuat film ini tidak realistis dan bertele-tele.

Terlepas dari kekurangannya, nostalgia tetap menjadi alasan utama mengapa menonton Jurassic World ini menjadi sebuah keharusan.

4. Minions

“banana?” “papoy”

Kuning kecil menggemaskan, tontonan yang dinikmati segala rentang usia. Setelah Despicable Me yang menekankan pada cerita Gru dan para minions, kali ini Minions lebih difokuskan pada prekuel. Para minions diceritakan sudah ada dari zaman prasejarah, mencari orang yang cukup jahat untuk dijadikan majikan, dan majikan yang sudah didapatkan pun beragam, mulai dari dinosaurus, drakula, hingga yeti.

minions_2015-wide

Sandra Bullock, aktris senior pun juga turut serta mengambil peran menjadi tokoh antagonis utama, yang kemudian menjadi teman dan musuh bagi para minions. Setting yang diambil sekitar tahun 50-60an di Inggris ini tidak lantas membosankan, justru lagu-lagu yang terkenal di era itu bisa dikemas se’minions’ mungkin agar menarik.

Kemampuan mengucapkan berbagai bahasa juga membuat minions ini dicintai, termasuk penggunaan bahasa Indonesia. Pada beberapa adegan, sempat terdengar minions mengucapkan kalimat berbahasa Indonesia seperti terima kasih. Tidak salah jika Minions ini bersaing di Box Office yang hingga sekarang masih kuat berada di peringkat lima besar.

5. Ant-Man

Salah satu film Marvel yang penuh ‘perjudian’. Mengambil Ant-Man sebagai hero yang difilmkan, tentu mengundang banyak tanya, mengapa tidak hero lain yang dipilih untuk dijadikan film. Namun, pihak Marvel mampu menjawab keraguan dari penggemar Marvel dengan menjadikan Ant-Man sebagai salah satu film yang masih berada di jajaran atas Box Office, bersama Pixels dan Minions.

ant man movie 2015 - comicvine.com
ant man movie 2015 – comicvine.com

Menceritakan hero yang “hanya” bisa menyusut dan membesar, tidak kemudian menjadikan Ant-Man membosankan, meski perbandingannya adalah hero-hero lain seperti Iron Man, Thor, atau Captain America.

Namun, layaknya film Marvel lainnya, Ant-Man juga seakan memberikan tontonan yang itu-itu saja tentang marvel karena ceritanya yang tak jauh dari superhero. Meski begitu, Ant-Man tetap menjadi superhero yang lain dari hero-hero sebelumnya.

6. The Avengers: Age of Ultron

Ada banyak pro kontra tentang masuk atau tidaknya AoU ke dalam jajaran film terbaik 2015. Cerita yang tidak terlalu berbeda dengan The Avengers sebelumnya, dan akhir yang cukup menggantung membuat banyak perdebatan tentang AoU.

Avengers-Age-Ultron-Posters

Selain penampilan perdana Quicksilver dan Scarlet Witch dalam film ini, dan jembatan menuju film terbaru Marvel dalam ranah Marvel’s Cinematic Universe (MCU) seperti Captain America: Civil Wars atau The Avengers: Infinity Wars tentu tidak ada hal lain yang dirasa jadi nilai tambah bagi film ini.

Namun, efek CGI, visual, dan scoring membuat film ini lebih baik daripada The Avengers sebelumnya. Alur cerita yang lebih rumit juga membuat seri kedua ini membutuhkan kesabaran untuk menontonnya, apalagi saat Iron Man harus berhadapan dengan Hulk menggunakan Hulk Buster.

Yup, itulah 6 Film Terbaik Sepanjang 2015 ini menurut Redaksi Beranda.co.id Apakah Film Favorit anda masuk dalam List kami.? Atau adakah Daftar Film yang jauh lebih menarik dibanding daftar Film diatas.?

Iqbal Nugroho

Pria yang bernama Iqbal Haryadi putra bungsu dari clan Nugroho, berharap tulang rusukku kelak yang bisa merubah kebiasaan burukku perlahan