Film Dokumenter “Tanah Mama”. Melihat Papua dari Perjuangan Seorang Mama

Sebuah film dokumenter baru dengan tajuk “Tanah Mama” yang berkisah mengenai perjuangan perempuan Papua pedalaman untuk berjuang menghidupi diri dan empat anaknya yang ditinggal kawin lagi oleh bapak mereka.

tanah mama film

Bioskop di Jakarta, Bandung dan Jogjakarta adalah 3 kota yang bakal merilis film dokumenter ini. Dan respon positif telah tertuai pada film Tanah Papua pada pagelaran gala premierenya untuk kalangan terbatas beberapa saat lalu.

Kegigihannya pada film tersebut mengundang Anies Baswedan untuk memberikan suara pada peluncuran film yang diproduseri oleh Nia Dinata tersebut.

“That’s our homework, kita yang lebih dulu mendapatkan pendidikan, kita yang lebih dulu mendapatkan kesejahteraan, kita boleh membayangkan hal ini tidak saja terjadi dalam kehidupan mama Halosina tetapi seluruh masyarakat di Papua dan di luar Papua. Dulu rasialis itu normal, sekarang rasialis itu terbelakang. Jumat depan saya akan ke Papua dan film ini memberikan saya pengetahuan serta gambaran bagaimana program pemerintah untuk masyarakat Papua, bukan lagi pemerintah yang akan menciptakan suatu sistem tetapi saat ini adalah masa dimana pemerintah yang akan menanyakan pada rakyatnya, ‘apa yang kalian butuhkan?’ sehingga tidak ada lagi anggaran tanpa arah seperti yang lalu pernah terjadi”. ujar Menteri Pendidikan itu.

Soal pemilihan kota yang akan ditayangkan film ini adalah karena animo masyarakat di kota tersebut adalah yang menunjukkan keinginan tonton berkualitas. Tak bisa dipungkiri bahwa masyarakat Indonesia belum banyak yang terbiasa menonton film dokumenter di bioskop. Tidak menutup kemungkinan, pemutaran Tanah Mama akan dirotasi ke daerah lain sehingga bisa dijangkau oleh publik yang lebih luas.

Tanah-Mama-Film-Dokumenter-Indonesia-Poster
Tanah-Mama-Film-Dokumenter-Indonesia-Poster

Plot Cerita Tanah Mama

Tanah Mama mengangkat Papua yang selama ini berjarak dengan penonton. Lewat pemutaran filmnya, saatnya masyarakat mencoba memahami kondisi Papua lewat film. Tanah Mama bercerita tentang perjuangan mama Halosina menghidupi anak-anaknya, melawan diskriminasi dan kemiskinan.

Mama Halosina adalah seorang ibu, istri, dan perempuan Papua pekerja keras yang hidup di area pedalaman Yahukimo, sekitar 5 jam berjalan kaki dari pinggiran kota Wamena. Mama menghidupi diri dan empat anaknya yang ditinggal kawin lagi oleh bapak mereka. Harapan akan dukungan suami berujung pada urusan denda adat yang harus dibayar mama di kampung.

Asrida Elisabeth, sutradara film Tanah Mama, yang sudah lima tahun menetap di Wamena berharap kisah Mama Halosina ini dapat memberikan perspektif jujur tentang perjuangan perempuan di Papua. Sebagai produser, Nia Dinata, mengajak masyarakat Indonesia secara umum, khususnya pencinta seni, film, aktivis HAM dan pelajar serta mahasiswa untuk mengenal Papua tidak hanya dari alam, serta lautnya yang indah lewat promosi pariwisata seperti Raja Ampat saja. Habis diving lalu pulang. Tetapi juga meningkatnya rasa solidaritas terhadap permasalahan dan diskriminasi yang terjadi di Papua.

Trailer

—Beranda.co.id

Irfan A. Ofa

Masih-mahasiswa. Masih-manusia. Pemerhati dan Pegiat Dunia Internet. Blogger. Ads-Publisher. Percaya alien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.