Hanung Bramantyo Tuangkan Keresahan Atas Suasana Politik dan Hukum Melalui Film “2014”

Satu lagi film karya Hanung Bramantyo yang disinyalir sebagai bentuk keresahan atas suasana politik dan hukum di Indonesia. Adalah film dengan tajuk “2014” yang kini tengah digarap oleh Hanung Bramantyo yang terang-terangan menyentuh ranah politik dan hukum. Hal ini seolah menjadi bukti bahwa para sines juga merasa gerah dan resah melihat perkembangan politik dan hukum di Indonesia.

poster film "2014"
Rilis poster film “2014”~www.merdeka.com

Dalam film dengan genre action drama ini, Hanung Bramantyo menggandengn banyak artis papan atas untuk berkontribusi dalam “2014” ini. Diantaranya, Ray Sahetapy, Dedy Sutomo, Donny Harun, Rudy Salam, Akri Patrio, Donny Damara, Atiqah Hasiholan, dan Rio Dewanto .Tak hanya itu, Hanung Bramantyo juga menggandeng talenta muda seperti Maudy Ayunda dan Rizky Nazar untuk berkontribusi dalam film “2014” ini.

Yang unik Hanung mengambil moment pemilihan presiden sebagai alur utama dalam film “2014” ini. Meski begitu, Hanung mengaku tidak menyindir presiden atau pihak manapun yang digambarkan dalam film ini. Hanung mengungkapkan bahwa rencana awal pembuatan film ini sudah difikirkan sejak 2012, jadi tidak ada hubunganya dengan suasana pemilihan presiden di tahun lalu. Film ini pun sebenarnya direncanakan dirilis tahun lalu disesuaikan dengan judulnya yakni “2014”.

pemain film "2014"
Deretan pemain film “2014”~info-infosinema.blogspot.com

”Sebenarnya ide ini sudah lama, dari 2012 lalu. Dari rencana awal kita ingin film ini dirilis tahun lalu. Tetapi karena ada sesuatu hal film ini kita bikin lagu, banyak alur cerita yang kita kemas lagi,” jelasnya saat press screening film 2014 di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Yang menarik di film ini pasangan Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto akan jadi musuh yang saling berhadapan. Bahkan terdapat adegan dimana keduanya saling pukul dan baku hantam di film ini.

Film 2014 ini bercerita tentang Ricky Bagaskoro (Rizky Nazar) yang berjuang untuk membuktikan bahwa ayahnya yang sedang mencalonkan diri sebagai presiden, Bagas Notolegowo (Ray Sahetapi) tidak bersalah atas tuduhan pembunuhan. Ricky pun meminta bantuan pengacara handal Krishna Dorojatun (Donny Damara) untuk membela ayahnya. Suasana politik yang memanas ini ternyata juga menyeret pihak kepolisian. Iptu Astri (Atiqah Hasiholan) yang menangani kasus Bagas, kini pun harus behadapan dengan pembunuh berdarah dingin, Satria (Rio Dewanto).

Yuyun Nurhidayati Amalia

A woman who devote her life as a reader, observer, long life learner, film enthusiast and the avid fan of conspiracy theory.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.