Hengkang Dari Boyband, Arthur S4 Main Sinetron Ganteng Ganteng Serigala

S4, boyband yang digadang gadang akan menjadi boyband tersukes Indonesia karena memiliki karir di dua negara, Korea dan Indonesia harus menelan pil pahit lantaran boyband yang lahir dari sebuah ajang pencarian bakat hasil kerjasama Stasiun TV Indosiar dan produsen smartphone asal negeri gingseng itu harus bubar. Boygrup yang beranggotakan Firli, Jeje, Alif, dan Arthur ini harus berpisah karena bentrok dengan manajemen. Sungguh disayangkan karena mereka adalah sebuah boyband yang telah mengalami pendidikan langsung di bawah agensi ternama di Korea.

Selepas bubar keempat personel S4 memiliki kesibukan masing-masing, ada yang masih menekuni bidang tarik suara ataupun akting. Kali ini si Sentimental, Arthur Stefano akan menjajal kemampuan aktingnya di sinetron yang sedang gandrung di kalangan para ABG, Ganteng Ganteng Serigala. Tidak main-main, ia pun langsung mendapatkan peran yang cukup menarik di sinetron tersebut.

Arthur main sinetron GGS ~ kapanlagi.com
Arthur main sinetron GGS ~ kapanlagi.com

Jadi aku baru resmi keluar dari management aku sebelumnya, itu awal Maret kemarin. Sekitar 3 mingguan aku mulai jalan lagi di dunia entertainment. Pas hari Jum’at kemarin ada calling-an casting ke Aspro (Amanah Surga Production). Setelah casting, akhirnya malam dihubungin sudah mulai syuting. Sampai sekarang udah jalan sekitar 4 episode. Doain aja lancar,” ceritanya saat ditemui di lokasi syuting GGS.

Berperan sebagai vampir menemani Tristan dan Digo, pria kelahiran Kupang itu pun mengaku tak banyak mendapat kesulitan karena karakter yang mirip dengan kepribadiannya. “Disini aku peranin karakter baru namanya Edwin, aku vampir. Disini kan ceritanya GGS udah masuk ke kampus. Nah, aku di sini vampire, di kampus ini. Edwin segenk ada berempat. Aku cowok sendiri, tiga lagi cewek. Edwin orangnya kalem, cool, dingin nggak jauh berbeda sama aku,” kata cowok kelahiran 19 September 1991 tersebut.

Diakui Arthur dalam aktingnya kali ini ia banyak menonton referensi film film luar yang memiliki tema yang sama, seperti Twilight Saga. “Kalau dibilang sulit sebenarnya nggak berapa sulit, cuma sama seperti akting biasanya. Tapi, karena vampire ngomongnya nggak bisa senatural kayak ngobrol dialog biasa, aku sering-sering lihat film western yang vampire gitu. Seperti kita tahu lah Twilight kan ada banyak seri-nya. Sosok vampire ekspresi mukanya kayak gimana lah, matanya harus benar-benar selalu fokus,” tuturnya.

Sopian Ahmad

Kuli Tinta yang lagi magang di alam pikirannya sendiri. Good Listener, Analyst, Problem Solver. Stay Foolish, Stay Hungry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.