Homesick Bikin Galau? Tonton Film yang Satu Ini!

Hidup memang sebuah pilihan. Akan ada masa dimana kita harus meninggalkan kampung halaman demi meraih apa yang dicita-citakan. Kehangatan keluarga, keceriaan sanak saudara, dan kebersamaan dengan teman-teman dapat membuat kita seakan tak rela untuk meninggalkannya. Sepenggal kisah yang harus terkubur dalam hati tak urung mampu membuat air mata tak dapat terbendung. Tak dapat dipungkiri, menghadapi realita ini pasti akan membuat kita merasa homesick di perantauan.

Unknown
Film The Blind Site ~ http://www.richardcrouse.ca/the-blind-side-3-%C2%BD-stars/

 

Jika hal-hal diatas pernah dialami, cobalah untuk menonton film sebagai penghibur hati yang sedih. The Blind Side merupakan salah satu film bertema keluarga yang sangat cocok dinikmati pada saat hati sedang galau. Film drama yang mengangkat semi biographical Micheal Oher ini sudah mengantongi penghargaan Academy Awards sebagai salah satu nominasi film terbaik.

Dalam film tersebut diceritakan bahwa Oher merupakan seorang pemain NFL yang diterlantarkan oleh ibu kandungnya, kemudian ia diangkat anak oleh keluarga Leanne Tuhoiy. Awalnya Oher tinggal bersama ibunya yang merupakan pecandu narkoba, ia disekolahkan di sekolah apa adanya hingga kemudia ia bertemu dengan keluarga Tuhoiy.

Keluarga tersebut sangat menyayangi Oher sama seperti anak kandungnya sendiri, bahkan ia diajarkan untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Oher pun berhasil menjadi seorang pemain football meskipun memiliki tingkat kecerdasan yang rendah.

Oher sangat bersyukur bertemu dengan keluarga barunya, karena bersama mereka ia menemukan kembali kehangatan keluarga yang telah lama hilang. Meskipun sudah diangkat anak oleh keluarga kaya, Oher tidak melupakan ibu kandungnya. Ia tetap rajin mengunjungi ibu yang telah mengandung dirinya.

Film yang sarat dengan isu sosial Amerika Serikat ini layak ditonton untuk menambah kecintaan kita pada keluarga. Dikemas dalam tontonan yang menarik, film ini pas dijadikan obat galau saat merasa homesick.

Yusuf Fikri

Mahasiswa yang lebih sering memandangi Monitor Komputer di Kantor (baca : Kamar) dari pada Papan Tulis di Kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.