‘The Imitation Game’ Film Tentang Si Manusia Jenius

Alan Turing, sosok Jenius, Arogan, Penyendiri, dan menyebalkan nampaknya kata itu yang pantas untuk menjelaskan tentang dirinya. Sebelum Steve Jobs menciptakan Macintohs, lalu Bill Gates melahirkan Windows, Nama Alan Turing telah ada sebagai sosok Manusia yang sangat Jenius. Bahkan mungkin masih banyak yang belum mengetahui bahwa Alan Turinglah penemu mesin pembaca sandi bernama ‘Christopher’ yang hingga saat ini berevolusi dan lebih dikenal dengan nama Komputer.

Film The Imitation Game
Film The Imitation Game

Kisah hidup Alan Turing sendiri ditulis dalam sebuah buku biografi berjudul ‘Alan Turing: The Enigma’. Dan dari buku tersebut terciptalah sebuah Film bertajuk ‘The Imitation Game’, dimana di Film ini akan menggambarkan sosok Alan Turing dalam dunia nyata.

Adalah Benedict Cumberbatch berhasil memerankan sosok Alan Turing tanpa cacat dalam film ‘The Imitation Game’ ini.

Film ini menceritakan tentang Lowongan pekerjaan yang belum diketahui apa yang akan dikerjakan oleh sang pelamar oleh pihak Kerajaan Inggris saat Perang Dunia ke-2. Disini Turing mencoba melamar pekerjaan tersebut dan terbukti bahwa insting Turing tak melesat, pekerjaan yang ditawarkan adalah misi rahasia untuk memecahkan mesin sandi milik Nazi bernama ‘Enigma’.

Enigma sendiri merupakan sebuh mesin yang sangat canggih, dimana mesin Enigma ini mampu membuat 159juta kemungkinan sandi perharinya, dan sandi tersebut akan berubah tiap harinya. Alan Turing yang sejak kecil memiliki hobby mengisi teka teki silang begitu yakin bahwa ia mampu memecahkan sandi tersebut.

The imitation Game ~ imdb.com
The imitation Game ~ imdb.com

Tetapi pekerjaan Turing tak berjalan lancar, beberapa petinggi militer ragu akan kemampuan yang dimiliki oleh Turing. Selain karena Turing seorang homoseks, Turingpun dianggap sebagai orang aneh arogan. Alhasil berbagai cara dilakukan agar pekerjaan Turing tak selesai.

Catatan Lain dari Film The Imitation Game

Film arahan Morten Tyldum ini bisa dibilang mendekati sempurna. Berlatar belakang era 1940-an yang dibuat sangat rinci dan juga beberapa teknologi yang ada pada zaman itu dapat membuat para penonton larut dalam Film ini.

Sedangkan dari Plot cerita sendiri, film ini dirancang dengan alur yang acak. Beberapa kali penonton digiring utnuk melihat bagaimana masa kecil Turing, lalu tiba tiba lompat ke dekade dimana Turing merancang ‘Christopher’, lalu kembali ke zaman masa kecil Turing. Hal ini yang membuat film ini begitu menarik.

“The Imitation Game” sendiri masuk dalam beberapa nominasi di Kategori Best Picture, Best Director, dan juga Best Actor di Piala Oscar 2015. (Baca : Inilah Daftar Lengkap Nominator Piala Oscar 2015)

Trailer Film The Imitation Game

Yusuf Fikri

Mahasiswa yang lebih sering memandangi Monitor Komputer di Kantor (baca : Kamar) dari pada Papan Tulis di Kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.