Ini Alasan Kostum Bunga Matahari Milik Katy Perry Dianggap Kontroversi

Penyanyi satu ini memang identik dengan kostum yang unik dalam setiap penampilannya. Yakni Katy Perry yang baru saja menggelar konser di Taipei, Taiwan. Pada saat konser, Katy mengenakan kostum bertema bunga matahari. Namun, ternyata kostum yang ia kenakan menimbulkan kontroversi yang datang dari Tiongkok. Hal ini menimbulkan persepsi bahwa ia pro terhadap Taiwan.

Kostum bunga matahari yang dikenakan Katy Perry. ~ billboard.com
Kostum bunga matahari yang dikenakan Katy Perry. ~ billboard.com

Kisah ini berawal dari setahun yang lalu, yakni dimana ada sekelompok pelajar Taiwan menduduki parlemen selama 23 hari sebagai bentuk protes perjanjian dagang lintas selat antara Taiwan dan Tiongkok daratan. Para pelajar yang menggunakan bunga matahari sebagai simbol perlawanan, merasa kebijakan itu memberi Tiongkok kekuatan lebih di bidang ekonomi dan politik.

bunga matahari merupakan simbol dari ‘Gerakan Bunga Matahari’ yang terjadi pada musim semi tahun lalu. Dengan kata lain, konstum mantan kekasih John Mayer tersebut  dinilai sebagai bentuk dukungan dan solidaritas terhadap gerakan kemerdekaan Taiwan. Tak hanya itu, ternyata pelantun ‘Roar’ tersebut juga mengenakan jubah bendera Taiwan saat konser tersebut. Yah, walaupun ia sudah pernah mengenakan gaun bunga matahari pada konser lain dalam rangkaian ‘The Prismatic World Tour’-nya.

Tampak Katy Perry menggunakan bendera Taiwan Sebagai jubah ~shanghaiist.com
Tampak Katy Perry menggunakan bendera Taiwan Sebagai jubah ~shanghaiist.com

Jika penampilan Katy Perry dengan kostum bunga matahari jadi dicekam di Tiongkok,Tidak dengan di Taiwan. Para penggemar justru merasa tersanjung atas sikap Katy yang mau mengenakan simbol perlawanan mereka. Tak jarang banyak warga Taiwan yang mengaku tersentuh dan beberapa aktivis Taiwan pun menobatkannya sebagai ‘Sunflower Goddes’.

Hingga kini, masing-masing pihak belum ada yang memberikan komentar perihal kostum pro-Taiwan yang dikenakan Katy tersebut. Kendati begitu, aksi sang penyanyi berusia 30 tahun kemungkinan dapat memperoleh larangan untuk kembali tampil di Negeri Tirai Bambu. Untung saja ia telah lebih dulu menggelar ‘The Prismatic World Tour’-nya di Tiongkok sebelum tampil di Taiwan.

Namun, hal tersebut juga tidak dapat dianggap enteng. Sebab sikap Katy Perry tersebut bisa berakibat fatal dengan penjualan albumnya, mengingat Tiongkok sebagai pasar besar dari penjualan albumnya, termasuk konser.

Nur Wahyuni Utami

a girl who loves get lost in books, loves watching people and busy having fun in front of monitor. Coffee enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.