Lagi, Sinetron “Tukang Bubur Naik Haji” di Tegur KPI, Ada Apa?

Penggemar sinetron di Indonesia tentu tidak asing lagi dengn sinetron religi yang hampir setiap hari tayang di RCTI. Tukang Bubur Naik Haji merupakan salah satu sinteron terpanjang di Indonesia dengan jumlah peminat yang cukup banyak. Selain itu, ratting dari sinron yang dibintangi Citra Kirana dan Alice Norin ini juga terbilang tinngi. Namun sinetron yang diangkat dari cerita FTV ini tak lepas dari kontroversi.

sinetron Tukang Bubur Naik Haji
Lagi sinetron Tukang Bubur Naik Haji dapat teguran KPI~www.artisku.info

Baru-baru ini, sinetron garapan rumah produksi SinemArt ini mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI. Pasalnya, sinetron ini mempertontonkan adegan yang tidak pantas dimana dikhawatirkan bisa menimbulkan kengerian dikhalayak ramai. Sesuai dengan surat bernomor 118/K/KPI/2/15 yang dilayangkan Kamis (12/2), KPI kemudian merinci apa yang membuat sinetron religi ini mendapat teguran dari pihak Komisi Penyiaran Indonesia ini.

Menurut KPI dalam tayangan Tukang Bubur Naik Haji pada tanggal 27 Januari lalu, sinetron ini telah melanggar peraturan mereka tentang perlindungan anak-anak dan remaja serta pembatasan program siaran yang mengerikan, yang telah diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS). Ini merupakan salah satu pelanggaran dimana pihak Tukang Bubur Naik Haji tidak melakukan sensor dalam salah satu adegan yang tayang pada hari itu.

Pada sinteron yang tayang hari itu, terdapat adegan dimana mayat seorang pria dengan wajah penuh luka dan telah membusuk. Wajah tokoh mayat dalam adegan tersebut juga dianggap terlalu mengerikan untuk program pada jam primetime. Meski untuk orang dewasa menganggap adegan ini biasa, namun tidak dengan pihak KPI. KPI menilai degan tersebut akan menimbulkan kengerian bagi khalayak, khususnya anak-anak dan remaja.

Ini bukan kali pertama sebenarmnya Tukang Bubur Naik Haji mendapat teguran dan peringatan dari pihak KPI. Saat musim pemilu tahun lalu, pihak KPI juga menegur sinteron Tukang Bubur Naik Haji ini. Pasalnya KPI menemukan adanya pelanggaran berupa penggunaan frekwensi publik untuk kepentingan Kampanye salah satu partai politik.H

Yuyun Nurhidayati Amalia

A woman who devote her life as a reader, observer, long life learner, film enthusiast and the avid fan of conspiracy theory.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.