Inilah Cara Maia Rayakan Ulang Tahun ke 38

Maia Estianty telah berusia genap 38 tahun pada 27 Januari lalu. Di usia yang ke-38 ini Maia memilki cara khusus untuk merayakan hari kelahirannya. Ia mengaku tidak ingin menghabiskan uangnya untuk berfoya-foya, ia ingin dapat merayakan dengan penuh makna bersama dengan ketiga putranya.

Kali ini Maia menggelar acara syukuran di sebuah pondok pesantren di Jawa Barat. Ia memang sudah berencana ingin membagi kebahagiannya bersama dengan anak-anak yatim di Ponpes dan Panti Asuhhan Assalafy Jawa Barat. Ia mengajak El Rumi dan Dul untuk belajar berbagi dengan anak-anak yang kurang beruntung itu.

 

Maia bersama ketiga putranya ~ www.kapanlagi.com
Maia bersama ketiga putranya ~ www.kapanlagi.com

“Saya memang sengaja ajak anak-anak saya, supaya mereka belajar berbagi dengan anak-anak yatim. Toh ulang tahun saya juga cuma setahun sekali, jadi tak ada salahnya saya merayakan dengan cara yang lain yang lebih bermanfaat, bukan party-party biasa.”

Maia juga menuturkan bahwa acara seperti ini sangat berguna dan bermakna, ketimbang harus menghabiskan banyak dana untuk foya-foya. Ia juga mengaku rutin untuk beramal tiap minggu. Dengan beramal Maia merasa hati dan jiwanya lebih bersih, sehingga lebih banyak bersyukur pada Yang Diatas.

“Acara seperti ini sekaligus ibadah juga kok, jadi saya bisa merayakan ulang tahun sekaligus beribadah. Kalau harus party-party kayaknya sayang duitnya, udah lewat lah ya masa-masa itu. Umur saya juga sudah 38, sudah saatnya untuk memperbaiki diri.”

“Sebenernya kalau anak yatim bukan hanya ulang tahun saja, kadang-kadang pas bulan Ramadhan mengeluarkan sedekah untuk anak-anak yatim di Ponpes & Panti Asuhan Assalafy. Jadi bukan sedekah setiap setahun sekali, tapi tiap Jumat di setiap bulannya.”

Dua puteranya sendiri terlihat enjoy-enjoy saja meski harus berkumpul dengan anak-anak yatim yang sama sekali tak mereka kenal. Mereka berdua mengaku memetik sebuah pengalaman penting yang tidak akan pernah dilupakan.

Yusuf Fikri

Mahasiswa yang lebih sering memandangi Monitor Komputer di Kantor (baca : Kamar) dari pada Papan Tulis di Kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.