Korban Pencabulan DS Palsukan Identitas, Saiful Jamil Siap Jebloskan Balik Ke Penjara

Lebih dari dua bulan Saiful Jamil harus merana di balik jeruji besi setelah ditangkap Polsek Jakarta Utara pada 18 Februari lalu dengan tudingan pencabulan atas anak di bawah umur. Namun baru pada proses pengadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, pihak Saiful Jamil mendapat fakta baru mengenai sang korban, DS. Fakta yang rupanya dapat digunakan bukan hanya untuk membebaskan Saiful, namun balik menjebloskan DS ke penjara.

Saiful Jamil ditangkap karena kasus pencabulan pada remaja pria
Saiful Jamil ditangkap karena kasus pencabulan pada remaja pria

“Hari ini kami telah selesai membuat laporan terhadap inisial DS dengan dugaan melanggar pasal 263 dan 266 KUHP, terkait dengan adanya memberikan atau memasukkan keterangan palsu dalam akta otentik,” kata kuasa hukum Saipul, Kasman Sangaji di Polda, Jakarta, Jumat (22/4).

“Yang kami maksudkan di sini adalah menggunakan undang-undang perlindungan anak itu dia mengaku pada penyidik Polsek sana bahwa dia masih anak-anak. Dengan menggunakan identitas yang menurut kami itu palsu. Kami menganggap bahwa si pelapor bukan usia anak. Kami temukan sampai saat ini diperkirakan berusia dari 19 sampai 20 tahun,” papar Kasman.

Korban DS rupanya sudah ditaksir sejak lama
Korban DS rupanya sudah ditaksir sejak lama

“Nah sekolah bukan identik dengan anak, ikut kejar paket itu kan bisa orang tua. Sekolah paket itu kan orang tua. Inisial DS dia sudah ikut sekolah paket dari SMP sampai SMA jadi sekarang itu kalau dia kelas reguler tentu kita bisa gunakan usia sekitar 18 tahun kalau kelas 3. Tapi kalau dia sudah ikut paket perlu kita pertanyakan,” lanjutnya.

“Kami punya alat bukti yang valid dan tentunya kami tidak bisa umumkan di sini. Yang pasti kami punya saksi, kami juga punya alat bukti yang valid hingga kami memberanikan diri mengadukan atau membuat laporan terkait dengan memberikan keterangan palsu,” tandas Kasman.

Aluna Nayaka

My formula of living is quite simple. I get up in the morning and I go to bed at night. In between I occupy myself as best as I can.