Novel Karya Mantan Menteri Dahlan Iskan Resmi Difilmkan

Mantan menteri di era pemerintahan SBY, Dahlan Iskan menghadiri gala premier film yang diadaptasi dari novel karyanya yang berjudul Tidak Ada yang Tidak Bisa yang sudah diluncurkan setahun silam. Film yang diberi judul Love & Faith ini mengisahkan kisah perjuangan Karmaka Surjaudaja alias Kwee Tjie Hoei, sahabat dari Dahlan Iskan. Karmaka adalah pengembang Bank NISP yang kini telah berubah nama menjadi Bank OCBC NISP.

Novel yang ditulis Dahlan Iskan terinspirasi berawal saat Kwee Tjie Hoei atau yang akrab disapa Karmaka menjenguk Dahlan di Surabaya. Kala itu Dahlan baru saja menjalani operasi transplantasi hati yang dilakukan di negeri tirai bamboo 2011 silam.

Dahlan Iskan ~ martintjandra.wordpress.com
Dahlan Iskan ~ martintjandra.wordpress.com

Karmaka melihat kondisi Dahlan yang terbaring lemah. Karmaka lalu memberikan pesan kepada sahabatnya itu. “Kamu enggak boleh hidup sembrono ya, lihat sudah ada contohnya saya. Kamu harus sehat dan sukses” kata Karmaka pada sahabatnya itu.

Mendengar wejangan yang disampaikan oleh sahabatnya itu, Dahlan malah tertarik untuk lebih mengetahu certa kehidupan sahabatnya, Karmaka lebih lanjut. Pemilik Bank NISP itupun menceritakan kisah hidupnya pada lelaki yang kerap mengenakan setelan “koboi” itu.

Lalu cerita seperti apa sampai-sampai mantan menteri Dahlan Iskan tergerak untuk membuat novel yang diangkat dari kisah sahabatnya itu? Singkat cerita perjalanan hidup Karmaka sendiri adalah ironi yang penuh kejutan serta pahit getir kehidupan.

Diceritakan, Kwee Tjie Hoei alias Karmaka sebagai sosok pemuda sederhana. Kwee yang sangat ingin menjadi seorang insinyur elektro tersebut harus membuang cita-ciatanya demi masa depan sang adik. Kwee lalu menjadi seorang guru olahraga di sebuah sekolah Tionghoa.

Salah satu murid telah membuatnya jatuh cinta. Namanya Liem Kwee Ing. Liem adalah putri dari seorang pemilik bank.

Selain mengajar di sekolah, Kwee juga memberikan les tambahan untuk Liem di rumahnya. Ayah Liem sangat menyukai sosok Kwee alias Karmaka. Dia pun menikahkan putrinya dengan Kwee. Kisah hidup baru Kwee dan Liem bermula. Dalam perjalanannya, Kwee harus menghadapi banyak konflik dunia perbankan, termasuk para koruptor

Sementara itu Dahlan merasa sangat senang novel karyanya difilmkan. “Saya sangat bahagia melihat hasil karya saya saat ini,” katanya.

Film yang mengambil setting waktu antara tahun 40-an sampai 60-an ini disutradarai oleh sutradara handal, Benni Setiawan. Rio Dewanto didapuk untuk memerankan Karmaka, yang merupakan karakter utama dalam film yang akan dirilis pada tanggal 5 Maret 2015.

Selain Rto Dewanto, film ini didukung oleh sederet aktor dan aktris ternama Indonesia seperti Laura Basuki, Ferry Salim, Dion Wiyoko, Verdi Solaiman, Iszur Muchtar, Hengky Solaiman dan Epy Kusnandar.

Sopian Ahmad

Kuli Tinta yang lagi magang di alam pikirannya sendiri. Good Listener, Analyst, Problem Solver. Stay Foolish, Stay Hungry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.