Pasca Dicibir Netizen, Anggun Berikan Surat Penjelasan

Setelah banyak mendapatkan cibiran pasca melayangkan surat terbuka pada presiden Jokowi, diva internasional Anggun C. Sasmi akhirnya memberikan sebuah surat penjelasan mengenai keterkaitannya yang dianggap membela para tersangka kasus narkoba yang dieksekusi beberapa waktu lalu. Dalam surat tersebut Anggun menjelaskan perihal alasan dibalik ketidak setujuannya terhadap hukuman mati untuk para tersangka narkoba tersebut.

Pasca dicibir netizen Anggun berikan surat penjelasan~viva.id
Pasca dicibir netizen Anggun berikan surat penjelasan~viva.id

Baca Juga : Anggun Makin Dicibir Setelah Mendapat Surat Balasan Ini!

Sebelumnya juga, Anggun diberikan sebuah surat terbuka dari seorang mantan istri pecandu narkoba yang sangat kecewa dengan aksi Anggun yang menolak keras hukuman mati tersebut. Melihat hal tersebut, Anggun akhirnya memberikan tanggapan mengenai cibiran netizen yang banyak menyudutkan dirinya. Dalam sebuah surat terbuka, Anggun menjelaskan panjang lebar alasan dibalik dirinya yang menentang keras perihal hukuman mati tersebut. Berikut isi surat terbuka yang diposting Anggun melalui akun fanpage facebooknya.

To the People of Indonesia.

Belakangan ini ada kontroversi tentang opini saya mengenai hukuman mati yang kebanyakan datang dari hujatan netizen di social network dan ini penjelasan saya.

Saya adalah seorang ibu, darah saya 100% Indonesia. Seorang ibu yang mencintai anaknya seperti layaknya semua ibu di Indonesia. Dan tentunya saya menolak, berperang dan membenci Narkoba juga semua pihak yang membantu membuat atau menjualnya. Narkoba adalah musuh manusia yang menghancurkan hidup dan memecahkan keluarga. Narkoba memperkayai mafia juga orang yang gemar korupsi dibelakang kepedihan orang-orang kecil. Tentu saja saya berdiri di sisi korban dan di sisi semua orang yang membenci Narkoba. Mereka yang membuat dan menjual racun Narkoba harus di adili dan harus diberi hukuman yang seberat-beratnya di penjara.

Saya juga seorang pembela Hak Asasi Manusia. Saya bekerja sama dengan PBB sebagai Goodwill Ambassador dan dalam Universal Deklarasi Hak Asasi Manusia tertulis larangan membunuh manusia. Saya sangat percaya bahwa kita tidak bisa membasmi kriminalitas dengan membunuh orang-orang yang terlibat dalam kejahatan. Nyawa yang dibalas nyawa tidak akan mengembalikan hidup korban. Kematian bukanlah keadilan. Untuk saya, hanya Allah semata yang mempunyai hak atas hidup dan mati manusia.

Saya ingin hukuman yang setimpal dan seberat-beratnya kepada para kriminal. Saya membenci koruptor yang membantu bandar Narkoba menjalankan bisnis penjualan bahkan lewat penjara. Saya ingin adanya proyek bantuan kepada keluarga dari korban Narkoba, seperti Ibu Ephie Craze yang surat terbukanya amat dan sangat menyentuh saya.

Saya berada di posisi yang sama seperti semua ibu dan istri yang akan selalu berada disisi korban Narkoba. Tetapi saya juga menolak hukuman mati karena tidak manusiawi dan tidak berhasil membasmikan kejahatan.

Berpendapat seperti ini bukan berarti menyangkal darah yang mengalir di nadi saya atau mempertanyakan kedaulatan Indonesia yang saya hormat dan cintai. Ini hati saya yang berbicara.

Semoga Allah memberkati.

Anggun

Fahmi Sahru Ramadhan

Pengemis Intelektual, Coffee Lover and Hater at the same time...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.