Pizza Hut Delivery Hancur Lebur Akibat Ledakan, Begini Kronologi dan Penyebabnya

Sebuah bangunan Pizza Hut Delivery (PHD) dan Alfamidi di Jalan Raya Hankam, Pondok Melati, Kota Bekasi, hancur total akibat ledakan. Penyebab ledakan sementara ini ditengara berasal dari tabung 50 Kg di dalam PHD.

Meski hancur total, tak ada korban tewas dalam kecelakaan ini. Menurut penuturan petugas, seperti dilansir Beranda dari detik, ada 2 warga dan beberapa staf karyawan Alfamidi yang menderita luka ringan.

phd-hancur3
Foto: Dok. Detik

Ledakan yang terjadi memang dahsyat yang pada akhirnya berdampak pada bangunan sekitar, 3 rumah di sekitarnya juga ikut rusak. Kaca dan atap rumah tadi tampak hancur berantakan sedangkan  mobil dan truk yang tengah parkir di dekat lokasi juga turut mengalami kerusakan.

phd-hancur2
Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom

Polisi, petugas pemadam kebakaran dan anggota TNI sudah bersiap mengamankan situasi di lapangan. Sementara di lokasi kejadian sendiri sudah diberi garis polisi untuk menghalau kerumunan warga yang datang langsung ke tempat kejadian.

phd-hancur1
Foto: Dok. Detik

Dilansir dari Detik, menurut kapolres Bekasi Kota Kombes Umar Fana, penyebab ledakan diduga dari tabung 50 Kg. Berikut kronologisnya.

Sabtu (22/10) Pukul 23.00 WIB

PHD tutup. Libotius Steven bersama 3 orang rekannya Arom, Risko dan Rifai mengecek listrik dan 4 tabung gas berwarna oranye untuk memastikan tabung gas sudah dalam posisi tertutup.

Minggu (23/10)

Pukul 01.45 WIB
Arom melakukan pengecekan ulang terhadap listrik dan gas

Pukul 02.00 WIB
Libotius Steven dan 3 rekannya pulang meninggalkan lokasi di PHD

Pukul 06.40 WIB
Tiba-tiba mendengar dentuman ledakan yang keras dari dalam bangunan PHD yang menghancurkan seluruh bangunan PHD dan bangunan yang ada di sekitarnya.

Ledakan ini dilihat Jhon Hendri, tukang parkir Alfamidi dari jarak 5 meter dari PHD dan Tulius Widodo, staf Alfamidi yang berada di dalam toko convenience store itu dengan jarak 5 meter dari PHD.

Kronologi di atas disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono dalam keterangan tertulis Minggu (23/10), yang dimuat Detik dan dikutip oleh Beranda. Kronologi di atas disusun usai memeriksa 3 saksi, Jhon Hendri (49 tahun, tukang parkir Alfamidi), Tulius Widodo (39 tahun, staf Alfamidi) dan Libotius Steven Kendye (23 tahun, staf PHD) yang terakhir menutup toko.