Dituding Bawakan Program ‘Alay’, Begini Pembelaan Para Artis

Beberapa hari belakangan, dunia maya tengah ramai membahas program TV dan artis alay. Berawal dari Vlog yang diunggah Deddy Corbuzier isu ini terus berkembang dan menjadi viral. Vlog tersebut membuat Deddy banjir dukungan. Baik KPI maupun beberapa artis, sempat menyatakan dukungannya terhadap pendapat Deddy tersebut. Semakin menjamurnya acara-acara dengan konten ajaib’dan kurang mendidik tersebut sepertinya sudah membuat sebagian masyarakat Indonesia lelah.

Baca juga: Ramai Disebut Sindir Chika, Ini 10 Curhatan Deddy Corbuzier Soal Artis Alay

Namun demikian, tak semua sependapat dengan Deddy Corbuzier. Sebagian lain masyarakat juga mengatakan bahwa hiburan semacam itu tidak masalah toh hal itu adalah lahan kerja bagi para artisnya. Artis mana yang dipandang masyarakat sesuai dengan kategori alay dalam Video Deddy? Inilah 7 artis yang dituding alay dan pembelaan mereka.

1. Ivan Gunawan

Sesaat setelah Deddy mengunggah Vlog terkait artis alay, Igun sempat mengunggah instastory dimana dia tengah berlibur bersama Ruben Onsu, sambil menambahkan caption “Enjoy shay…Pose biar kaya ALAY”.

Ketika diwawancarai oleh tim Insert Trans TV, Igun pun menampik bahwa dirinya termasuk golongan artis ‘alay’ karena dirinya punya segudang prestasi. Ia pun mengklaim bahwa dirinya sudah lama berkecimpung di dunia artis dan selalu membawa rating bagi setiap acara yang didatanginya. Igun percaya bahwa Vlog Deddy itu tak ditujukan untuknya.

2. Eko Patrio

Komentar Eko Patrio terhadap Vlog milik Deddy tersebut cukup mengejutkan. Dikenal sebagai anggota DPR banyak yang mengira Eko Patrio akan pro terhadap Deddy, namun Eko lebih memilih pendapatnya sendiri.

Menurut Eko tayangan di Indonesia tidak ada yang alay. Eko mendefinisikan tayangan alay adalah tayangan yang mengandung SARAP (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan, dan Porno) dan baginya tayangan Indonesia masih baik.

Sikapnya tersebut tentunya menyulut banyak pihak. Pada laman lambe turah unggahan ini dikomentari oleh ratusan orang. Mayoritas tak setuju apabila konten tayangan tak mendidik dipersempit maknanya menjadi SARAP saja.