Putri Robin William Bicara Soal Kematian Ayahnya

Putri mendiang Robin William, Zelda angkat bicara untuk pertama kalinya sejak kematian sang ayah Agustus lalu. Telah dikabarkan sebelumnya bahwa aktor sekaligus komedian yang berusia 63 tahun itu bunuh diri di rumahnya di Calofornia.

Zelda William dan sang ayah di tahun 2011 ~bbc.co.uk
Zelda William dan sang ayah di tahun 2011 ~bbc.co.uk

Zelda William baru baru ini mengatakan kepada NBC Today Show tidak ada yang harus dijelaskan lagi mengenai kematian ayahnya yang diketahui tewas bunuh diri itu.

“Kami tidak memiliki penjelasan,” katanya kepada wartawan. “Tidak ada gunanya mempertanyakan hal itu … menyalahkan diri sendiri atau dunia. Itulah yang terjadi.”

Perempuan 25 tahun itu mengatakan “Aku akan mengambil banyak pekerjaan untuk membiarkan diriku beraktivitas yang menyenangkan, membahagiakan diri saya sendiri, tapi itu penting”.

“Siapa saja yang pernah kehilangan orang yang dikasihinya,  pasti akan bekerja sangat keras untuk terus menyimpan memori bersama dengan orang yang dicintainya dengan cara yang positif.”

Robin Williams yang terkenal karena film-film seperti Good Morning Vietnam, Dead Poets Society dan Mrs Doubtfire, diketahu sedang berjuang melawan depresi kala itu sampai pada saat kematiannya.

“Banyak orang yang tidak tahu kekurangannya” ujar Zelda. “Orang orang menilai Robin William adalah sosok yang penuh cinta, kelucuan dan kesenangan dalam hidupnya”

“Kupikir itulah yang banyak orang beranggapan bahwa karakter yang ia mainkan itu tidak jauh berbeda dengan karakter aslinya”.

Namun Zelda menambahkan bahwa ayahnya itu juga orang yang sangat tertutup dan sangat tenang.

Zelda menceritakan bahwa dia telah mentato tangan kanannya dengan tato burung kolibri tak lama setelah kematian ayahandanya.

“Saya suka Kolibri. Mereka menyenangkan dan bertingkah unik. Sulit untuk menjaga mereka di satu tempat dan ayahku nampak sedikit seperti itu,” pungkasnya.

Sopian Ahmad

Kuli Tinta yang lagi magang di alam pikirannya sendiri. Good Listener, Analyst, Problem Solver. Stay Foolish, Stay Hungry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.