Tetap Cantik Meski Hamil Ala Dokter Reisa Broto Asmoro

Dokter cantik yang satu ini mengawali kariernya di dunia modeling dan ikut dalam kontes Puteri Indonesia perwakilan D.I Yogyakarta. Di tahun 2012, pemilik nama lengkap Reisa Kartikasari ini terlibat dalam tim DVI (Dissaster Victim Investigation) saat proses investigasi korban kecelakaaan pesawat Sukhoi. Kini istri dari Pangeran Tedjodiningrat Broto Asmoro, SE, MM itu sedang mengandung buah cinta mereka yang kini memasuki usia kehamilan yang ketujuh bulan.

dr.Reisa yang tengah hamil ~ tabloidbintang.com
dr.Reisa yang tengah hamil ~ tabloidbintang.com

Saat ditanya akan diberi nama calon bayi nya yang diketahui berjenis kelamin perempuan itu, dr.Reisa mengaku sudah memiliki beberapa alternative nama bagi putrinya kelak, namun saat ditanya perihal gelar putrinya nanti, dr.Reisa enggan membahasnya. Dr. Reisa memiliki gelar kesultanan yaitu Kanjeng Mas Ayu Tumenggung karena menikah dengan seorang keturunan ningrat.

Selama kehamilan, dr. Reisa pun menjalani sejumlah tata cara adat Jawa, seperti tiga bulanan, lima bulanan, dan puncaknya tujuh bulanan atau mitoni.

“Sebenarnya kalau saya ketahuan (hamil) dari bulan pertama, ada ritual juga pada bulan pertama. Saya ketahuan hamil ketika tujuh minggu. Maka upacara tiga bulanan, kemudian empat bulanan berdasarkan tradisi Islam, lima bulan, lalu tujuh bulanan yang agak besar. Khusus mitoni, mengundang lebih banyak orang khususnya kerabat. Alhamdulillah, doa calon ayah terkabul. Suami saya memang berharap punya anak perempuan. Tapi apa pun akan kami syukuri yang penting sehat dan lengkap,” ujar dr. Reisa.

Meskipun sedang hamil tua, dr.Reisa tetap menjaga penampilannya. Disaat usia kandungannya berumur tujuh bulan postur tubuhnya tetap langsing, hanya perut yang membesar. Ia mengakui memiliki kiat khusus agar tak semua anggota badannya melar.Tips dari dr. Reisa bagi para ibu hamil lainnya adalah pertama, jangan menjadikan kehamilan sebagai alasan untuk makan dalam porsi ganda dan mengurangi frekuensi aktivitas. Hamil itu peristiwa normal, bukan penyakit.

“Hanya mengakibatkan perubahan fisiologis. Jadi, lakukanlah pekerjaan dan hobi seperti biasa. Dengan aktivitas itu, rasa mual bisa dialihkan. Saya masih praktik di rumah sakit. Mulai akhir Februari saya mengurangi frekuensi praktik seminggu sekali. Hobi jalan-jalan saya hentikan saat kandungan tujuh bulan karena di usia itu tidak boleh naik pesawat. Di rumah pun tetap aktif. Enggak mau diam. Masak, senam, dan seterusnya,” ucap dr.Reisa

Tips selanjutnya adalah konsultasikan ke dokter terkait jumlah kalori, mikronutrien, dan makronutrien yang dibutuhkan si kecil. “Ibu sering beralasan harus makan banyak dengan porsi ganda karena anak yang di dalam kandungan juga butuh makan. Padahal bayi tidak butuh sebanyak itu. Kalau dengan seporsi sudah cukup, ya tidak usah nambah. Konsultasikan dengan dokter berapa protein, kalori, lemak, dan karbohidrat yang dibutuhkan si kecil,” ujarnya.

Sopian Ahmad

Kuli Tinta yang lagi magang di alam pikirannya sendiri. Good Listener, Analyst, Problem Solver. Stay Foolish, Stay Hungry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.