Undang Mario Teguh: Siapkan Dana 150 Juta, Alphard dan Kamar President Suite

Belum clear masalah antara dirinya dengan Kiswinar dan Deddy Corbuzier, Mario Teguh kembali dihantam kabar kurang sedap. Motivator kenamaan ini disorot lantaran diduga memataok tarif yang lumayan mahal untuk sekali sesi motivasi yang dilakukan olehnya.

Motivator kondang kenamaan Indonesia Mario Teguh mematok tarif 150 juta perjam untuk sesi motivasinya~ instagram.com/lambenyinyir
Motivator Mario Teguh mematok tarif 150 juta perjam untuk sesi motivasinya~ instagram.com/lambenyinyir

Baru-baru ini seorang wanita bernama Rina mengungkapkan hal yang mencengangkan tentang tarif yang dipatok oleh pihak Mario Teguh. Wanita ini mengaku perusahanya di Makassar, pernah akan mengundang Mario Teguh pada 2014 yang lalu untuk mengisi acara motivasi di tempatnya. Namun rencana itu uruang dilakukan, karena motivator ini mematok tarif yang mencengangkan.

Rina menyebut Mario mematok tarif 150 juta perjam, dan akan dikenakan pinalti jika waktunya jadi molor. “Tak boleh lebih. Kalau lebih penyelenggara kena denda,” kata Rina seperti dilansir oleh laman Tribuntimur. Tak hanya itu, Rina juga menyebut bahwa Mario Teguh juga mensyaratkan bahwa panitia harus membayari shopping istrinya, Linna Teguh jika ingin mengundang dirinya.

Seolah tak cukup, pria yang lekat dengan slogan “salam super” ini juga diduga meminta fasilitas super mewah jika ada pihak atau instansi yang ingin mengundanga dirinya. Mobil mewah sekelas Alphard dan juga kamar hotel kelas president suite, harus disediakan untuk Mario dan Linna Teguh. Tentu saja hal ini mebuat Rina dan pihak perusahanya berfikir ulang untuk mengundang Mario teguh.

“Waktu itu kalau tidak salah dia minta Alphard keluaran tahun berapa gitu. Jadi tak sembarang mobil. Kan dia selalu datang sama istrinya, jadi harus difasilitasi juga. Jadi bayangkan saja, kalau be­lanjanya banyak lalu harganya wah, panitia bisa bangkrut,” ungkap Rina.

Yuyun Nurhidayati Amalia

A woman who devote her life as a reader, observer, long life learner, film enthusiast and the avid fan of conspiracy theory.