Waw, Ternyata Cita Citata Dulu Pernah Aborsi

Kabar mengenai Pedangdut cantik Cita Citata kerap berdatangan, baru saja Ia Terancam dipolisikan karena dianggap menghina warga Papua (Baca : Dianggap Menghina Orang Papua, Cita Citata Terancam Dipolisikan ). Kali ini kabar miring kembali menghampiri pelantun ‘Aku Mah Apa Atuh’ ini. Kabar miring mengenai Cita Citata kali ini keluar dari Ibu kandung Galih Purnama sendiri, Yani Surayana, yaitu fakta bahwa dahulu Cita Citata pernah melakukan aborsi.

Cita Citata Ternyata dulu Pernah Aborsi
Cita Citata Ternyata dulu Pernah Aborsi

Menurut sang mertua, Awalnya ia tidak mau begitu saja membeberkan masalah ini, Yani sebatas mengatakan bahwa sebelumnya Cita dulu pernah tinggal di rumahnya sebelum menikah Sekitar bukan Juli 2011. Dimana pada saat itu Cita diketahui sedang menderita sakit.

Dari pernyataan sang anak, Yani hanya mendapatkan informasi bahwa saat itu Cita sedang sakit Maag, bahkan sebelum tinggal dirumahnya, Cita saat itu sempat dirawat di Rumah Sakit setempat.

“Awalnya ibu tahu Cita sakit. Cita datang ke rumah dalam keadaan sakit. Sebelumnya habis dirawat di rumah sakit,” ujar Yani di Bandung saat diwawancarai.

Pada saat itu, Yani sama sekali tidak cutiga terhadap Cita dan percaya bahwa Cita Citata benar benar menderita sakit Maag. Singkat cerita, Yani setuju perihal hubungan anaknya dengan Cita yang berakhir dengan status pernikahan.

Namun baru baru ini, Galih membongkar hal yang sebenarnya terjadi beberapa tahun silam. Galih menjelaskan bahwa saat itu Cita bukanlah sakit Maag, Galih mengkaui bahwa Cita saat itu sakit karena aborsi.

“Ibu baru tahu sekarang-sekarang setelah Ijong (Galih) bilang ke ibu. Waktu pertama dulu dia bilangnya (Cita) sakit maag, tahu-tahu ibu sekarang dia aborsi,” jelasnya.

Menurut Yani, jika pada saat itu ia mengetahui bahwa Cita pernah aborsi, dirinya tidak akan pernah merestui pernikahannya dengan Galih “Dari awal ibu enggak tahu. Kalau tahu dia kasusnya aborsi, ibu pasti ngelarang. Waktu itu memang enggak tahu, tahunya maag,” Jelas Yani.

Yusuf Fikri

Mahasiswa yang lebih sering memandangi Monitor Komputer di Kantor (baca : Kamar) dari pada Papan Tulis di Kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.