10 Kelompok Musik Non-Mainstream Lokal yang Bikin Kamu Nggak Skeptis Sama Musik Negeri Ini

Kalau kamu skeptis soal perkembangan musik tanah air, khususnya jalur mayor label, maka kamu harus sedikit bergeser untuk menambah wawasan musik kamu. Karena kalau kamu menggeser dari ranah mayor label ke jalur yang independent atau indie, maka kamu akan menemukan pemusik handal di mana musiknya benar-benar patut untuk diapresiasi.

10 kelompok musik non-maintream tanah air berikut ini nggak hanya pemain baru di ranah musik lokal. Mereka ada yang telah malang-melintang beberapa tahun dan ada pula yang memang baru muncul akan tetapi karyanya bisa bikin terkagum.

Berikut ulasannya dan segeralah untuk tidak menunda waktu bergegas menikmati alunan karyanya.

  1. Monkey to Millionaire

    Monkey To Millionaire (Photographs by Agung Hartamurti, IROCKUMENTARY.COM)
    Monkey To Millionaire (Photographs by Agung Hartamurti, IROCKUMENTARY.COM)

    Dengan album barunya bertajuk “Inertia” dirilis sekitar setahun lalu, kian membikin gaung Monkey to Millionaire dikenal massa luas. Sabetan penghargaan tertuju pada kelompok musik yang telah ada semenjak 2004. Meraih piala Gold Award Best Rock Song untuk lagu M.A.N dalam VIMA Asia 2014 dihelat di Malaysia tentu memberi prestige tersendiri bagi Wisnu Adjie, dkk.

    Band asal Jakarta ini salah satu jebolan L.A Lights Indie Fest vol 2 dan mereka booming dengan “Rules and Policy”-nya di tahun 2007. Lantas mereka membikin karya album dengan judul “Album Merah” berselang setelah itu.

  2. FSTVLST (Festivalist)

    FSTVLST Konser Tanah Indah—Kompas/Herlambang Jaluardi (HEI)
    FSTVLST Konser Tanah Indah—Kompas/Herlambang Jaluardi (HEI)

    Merupakan kelompok musik asal Jogja di mana mengusung aliran tersendiri dengan nama “Almost Rock Barely Art” pada album baru serta perdananya Hits Kitsch di tahun 2014. Dikomandoi oleh Farid Stevy, FSTVLST, telah pula mendapatkan penghargaan pada daftar album terbaik 2014 versi Majalah Rolling Stone.

    Band yang mana di tiap “njathilnya” kerap sambil bertelanjang dada dan mengepulkan asap itu mempunyai kandungan lirik yang sangat kritis dan begitu Indonesia dengan lirik-lirik berbahasanya yang bernas. Apalagi konsep menggabungkan dua unsur karya, karya musik dengan karya visual, benar-benar bikin nuansa baru di kancah musik lokal.

  3. Kelompok Penerbang Roket

    kelompok penerbang roket rekomendasi musisi indie indonesia
    kelompok penerbang roket—video klip “Anjing Jalanan”

    Kelompok Penerbang Roket ini memang baru saja merilis album di pertengahan tahun ini. Dinamakan berjudul “Teriakan Bocah”, KPR ini diprediksi bisa bakal mengguncang aliran rock tanah air. Apalagi aliran rock n roll yang mereka usung adalah musik rock 70-an ala Indonesia. Sebut saja Panbers adalah influence-nya.

    Dengan hanya terdiri dari 3 orang personil saja. Coki, Rey, dan Viki mereka baru aja bikin debut unik dengan merilis single barunya di sebuah lembaga pemasyarakatan. Kelompok Penerbang Roket meluncurkan single “Mati Muda” di LP Narkotika Kelas II Cipinang. Tentu sangat bikin unik sekali melihat hal itu.

  4. Silampukau

    silampukau rekomendasi musisi indie
    silampukau—balebengong

    Kelompok musik asal Surabaya dengan aliran folk ini membikin karya musik dengan banyak berkisah dari kota terpadat kedua di Indonesia, Surabaya. Silampukau, digawangi dua orang saja, Kharis Junandharu dan Eki Tresnowening.

    Album pertama mereka bertajuk “Dosa, Kota, & Kenangan” memang baru dirilis. Tetapi melihat konten musik pada album ini yang penuh dengan gitar akustik, ukulele, harmoni vokal penuh karakter dan lagu-lagu yang bagus. Tentulah sebagai oase soal pembawaan isu-isu sosial, khususnya dari Kota Pahlawan di ujung propinsi Pulau Jawa paling timur ini.

  5. Barasuara

    barasuara rekomendasi musik indie
    barasuara 

    Inilah mereka Barasuara. Kelompok musik penuh enerjik yang baru hadir di tanah musik negeri ini dengan album baru mereka, Taifun. Barasuara nampak hadir dengan materi musik penuh badai. Sekali kamu mendengarnya, maka menjadi semacam “ear-gasm”. Lihat pula makna-makna dalam pembawaan bahasa mereka di materi lagunya. Ciamik.

    Iga Massardi, TJ Kusuma, Marco Steffiano, Gerald Situmorang, Puti Chitara dan Cabrini Asteriska adalah mereka di balik Barasuara yang bikin band rock asal Jakarta ini perlu kamu perhitungkan soal karya-karyanya.

  6. Dialog Dini Hari

    dialog dini hari
    dialog dini hari

    Musik sendu dan notasi sederhana berbahasa Indonesia dengan bait-bait penuh rasa puitis yang aduhai bila dinikmati selepas tengah malam adalah gambaran singkat mengenai Dialog Dini Hari. Musik beraliran Folk, Blues dan Ballads ini dimotori oleh dua band besar asal Bali, Dadang SH dari Navicula dan Ian Stevenson juga Mark Leipmann dari Kaimsasikun.

    Abum penuh mereka pertama pun telah mereka rilis di tahun lalu, bertajuk “Tentang Rumahku”. Senyawa pada konten album tersebut sangat tepat, seperti apa yang mereka visikan, yakni untuk dapat terbit membawa pencerahan segar bagi insan penikmat musik dengan ajakan sederhana: Berdialog merenovasi otak dan fisik.

  7. Mr. Sonjaya

    mr. sonjaya rekomendasi musisi indie
    mr. sonjaya

    Bandung merupakan pusat munculnya musisi-musisi yang tentu dapat diperhitungkan. Salah satunya ialah Mr. Sonjaya ini. Serupa berkonsepnya dengan Silampukau dari sisi timur Pulau Jawa, namun dengan hadir terlebih dahulu Mr. Sonjaya sangat bisa memanjakan telinga pendengar penikmat folk-akustik. Adalah Rida Suhendar a.k.a Suhe (24) dan Dimas Kusdinar a.k.a Dimz (25) yang membentuk Mr. Sonjaya pada 2008 silam.

    Mereka hadir dengan penuh kesederhanaan harmoni yang tak ‘sekedar’ sederhana. Kelompok akustik ini pun baru saja menelurkan album penuh mereka, tajuknya “Laras Sahaja”Laras Sahaja merupakan album ungkapan sederhana rasa cinta manusia terhadap lingkungan, alam, ataupun pemilik manusia.

    Begitu patut untuk dicoba dan menikmati alunan akustik mereka secara saksama.

  8. Littlelute

    littlelute rekomendasi musisi indi
    littlelute

    Memanglah hanya baru satu single saja yang mereka tawarkan dan baru saja diriliskan. Tetapi kelompok musik asal Bandung ini, Littlelute, patut dinantikan langkah ke depannya. Ialah single “Berlibur ke Poznan” dan kamu seusai mendengarkan serasa diceritakan senandung seseorang yang ingin berjumpa dengan kawannya di negeri Polandia sana. Apalagi ditambah karakter vokalis Dhea yang begitu catchy.

    Littlelute sendiri terbentuk tanggal 29 November 2013 beranggotakan Dhea, Farid, Boiq, Bob, Rengga, Ndang, Atse, dan Sepen. Konten musik mereka penuh dengan folk-akustik dengan pembawaan ceria ditambah alunan mandolin, perkusi, dan ukulele dengan perpaduan yang bisa bikin semacam mood-booster.

  9. Stars and Rabbit

    stars and rabbit
    stars and rabbit

    Duo folk asal Yogyakarta dibentuk sejak 2011, ya, mereka ialah Stars and Rabbit dengan personil Elda Suryani & Adi Widodo. Selain komposisi musik beraliran pop folk mereka yang penuh sederhana, adalah yang bikin unik ialah karakter luar biasa yang dimiliki oleh vokalisnya, Elda. Elda yang dulunya menjadi vokalis kelompok musik Evo tersebut sekilas mengingatkan pada Bjork.

    Rilisan album penuh telah dikeluarkan pada pertengahan tahun lalu dengan tajuk “Constellation”. Berlirik yang semuanya berbahasa Inggris, membuat duo ini patut diperhitungkan yang bisa saja hingga kancah internasional.

  10. Polka Wars

    polka wars
    polka wars

    Kelompok kuartet indie rock dari ibukota ini pun baru saja merilis album penuh perdana mereka pertengahan tahun ini. Polka Wars memberikan nama albumnya dengan “Axis Mundi” dengan single hitsnya ialah Mokele. Mereka mengakui sebagai sebuah musik dakwah dalam kemasan yang modern.​

    Konsep musik mereka memang lebih banyak bicara soal kepercayaan dan filosofi dengan balutan lirik berbahasa Inggris. Maka nikmatilah musik tentang penyeimbangan segala aspek kehidupan mereka yang proses rekamannya saja berada di Studio Rubber Tracks milik Converse berada di Amerika Serikat.

Sebenarnya masih lebih banyak lagi potensi musisi tanah air yang dapat diangkat. Namun pada artikel ini ke-10 itu saja Kelompok Musik Non-Mainstream Lokal yang Bikin Kamu Nggak Skeptis Sama Musik Negeri Ini. Semoga bisa menambah khasanah musik kamu ya!

Irfan A. Ofa

Masih-mahasiswa. Masih-manusia. Pemerhati dan Pegiat Dunia Internet. Blogger. Ads-Publisher. Percaya alien.