20 Tahun Berkarir, Superman Is Dead Rilis Buku Biografi

Penggemar musik punk tentu tak mengenal band Superman Is Dead. Dengan digawangi oleh Bobby Kool, Jon Eka Rock, dan Jerinx JRX, band yang akrab disapa SID ini mampu memberi warna berbeda di dunia musik tanah air sehingga peminat musik keras ini makin hari makin bertambah.

20 Tahun Berkarir, Superman Is Dead Rilis Buku Biografi. ~ koterkultur.com
20 Tahun Berkarir, Superman Is Dead Rilis Buku Biografi. ~ koterkultur.com

Waktu terus bergulir dan kini band asal Bali tersebut telah memasuki tahun ke-20 mereka bergelut di dunia musik. Dua dekade bukanlah waktu yang sebentar dalam membangun karir bermusik. Mereka benar-benar memulai hidup Superman Is Dead dari nol, mulai dengan konser yang hanya ditonton tiga orang (termasuk manajernya sendiri), hingga melegenda dengan jutaan fans militan.

Lantas, bagaimana mereka merayakan 20 tahun perjalanan mereka di belantika musik Indonesia? SID yang juga aktif menyuarakan penolakannya terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa ini siap untuk mengabadikan pasang surut kiprah mereka dalam buku biografi. Lebih lanjut, buku biografi ini dibagi dalam beberapa seri biografi mini.

Seperti dilansir dari Liputan6.com, Rudolf Dethu, manajer SID adalah sosok yang paling berinisiatif membuat serial biografi tersebut selama tujuh tahun terakhir. Selain itu, ia pula adalah sosok yang cukup banyak melihat langsung perjalanan tiga pria bertato tersebut dari zaman underground hingga dinaungi major label raksasa.

Seri pertama dari biografi SID ini bertajuk RASIS! PENGKHIANAT! MISKIN MORAL! (RPM). Judul tersebut sengaja dipilih untuk menegaskan secara kilat dan padat arah isi buku. Seperti judulnya, topik buku ini pun mengerucut pada tiga isu utama: vonis SID sebagai band rasis, tuduhan melacurkan diri, serta predikat sebagai musisi pendosa.

Seperti yang kita ketahui, SID telah berkarier di industri musik sejak 1995. Pada 2005, mereka menembus ranah musik mainstream dengan album major label perdana yang bertajuk Kuta Rock City. Tak hanya eksis di dalam negeri, band yang terkenal dengan hitsnya Punk Hari Ini tersebut juga sempat tampil dalam 11 pertunjukan di salah satu festival musik rock terbesar di dunia; Vans Warped Tour di Amerika Serikat pada 2009 lalu.

Nur Wahyuni Utami

a girl who loves get lost in books, loves watching people and busy having fun in front of monitor. Coffee enthusiast.