3 Film Jepang Tersedih Sepanjang Masa

Film drama Jepang biasanya akan berakhir dengan kisah yang sedih, mengharu biru dan juga sedikit tokoh yang berperan sebagai pemain antagonis. Apalagi film dengan genre romantis, sudah bisa dipastikan akan sad ending.

Film Jepang Tersedih ~ arq-tj.tumblr.com
Film Jepang Tersedih ~ arq-tj.tumblr.com

Selain terkenal sebagai industri film blue nomor satu di dunia, sebenarnya banyak sekali film jepang tersedih yang sangat direkomendasikan. Berikut beranda.co.id mengumpulkan 3 Film Jepang Tersedih yang mampu membuat air mata anda menetes :

1. Taiyo No Uta / A Song To The Sun / Midnight Sun

Film jepang tersedih ini menceritakan tentang seorang gadis muda yang diperankan oleh YUI. Dalam film ini, gadis tersebut bernama Kaoru Amane. Gadis mudah tersebut menderita penyakit yang langka, yaitu Xeroderma Pigmentosum atau XP. Sehingga membuat ia tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung. Jika terkena dinar matahari, maka bisa menyebabkan kerusakan dan peradangan pada kulitnya, dan bisa merenggut nyawanya.

Taiyo No Uta  A Song To The Sun  Midnight Sun
Taiyo No Uta – A Song To The Sun Midnight Sun

Aktifitas sebagai seniman jalanan dilakukannya pada malam hari. Setiap harinya, ia hanya bisa menyaksikan kehidupan yang ada di luar dari balik jendela. Sampai suatu saat ia mendapati seorang pria yang bernama Fujishirou Kouji yang diperankan oleh Takahasi Tsukamato, yang bisanya pergi ke sekolah dengan menunggu bus di halte. Dan pada akhirnya Kaoru Amane menyukai Fujishirou Kouji.

2. Hanamizuki – May Your Love Bloom A Hundred Year

Film ini dibintangi oleh gadis cantik bernama Yiu Aragaki. Dalam film tersebut, Yui berperan sebagai Sae. Lawan mainnya adalah Toma Ikuta yang berperan sebagai Kohei. Pertemuan kedua pemain dalam film ini dimulai dari kereta api. Saat Sae sedang belajar untuk ujian masuk sebuah perguruan tinggi, dan Kohei pun mendekati Sae.

Hanamizuki – May Your Love Bloom A Hundred Year
Hanamizuki – May Your Love Bloom A Hundred Year

Dalam perjalanan, tiba-tiba kereta tersebut berhenti karena menabrak rusa. Sehingga perjalanan pun dihentikan. Saat itu, Sae terburu-buru dan mencari bus. Namun sialnya, bus sudah pergi dan tidak dapat dikejar. Sae pun pergi mencari bantuan hingga akhirnya menemukan mobil dengan kunci yang menggantung. Dari sinilah semua kisah dalam film jepang tersedih ini dimulai.

3. Bokura Ga Ita Zenpen / We Were There

Film jepang tersedih ini diperankan oleh Yuriko Yoshitaka dan Toma Ikuta. Film ini terdiri dari dua episode, yaitu Zenpen dan Kouhen. Film ini diangkat dari komik Amine dengan judul yang sama. Film ini menceritakan kehidupan percintaan antara dua orang, yaitu Nanami Takahasi dan Motoharu Yano.

Bokura Ga Ita Zenpen  - We Were There
Bokura Ga Ita Zenpen – We Were There

Yano merupakan siswa terpopuler yang ada disekolahnya. Akan tetapi ia selalu menutup hatinya untuk mencintai orang lain setelah kekasinya kecelakaan dan meninggal. Yano dan Nanami satu kelas. Suatu hari, tanpa disengaja mereka berdua bertemu di atap sekolanya karena lembar ujian milik Yano terbang. Sejak saat itulah Nanami suka dengan Yano. Yano merupakan tipe pria yang baik, ia sering membantu Nanami, sehingga Nanami pun semakin suka kepada Yano. Yano memanggil Nanami dengan sebutan “Nana-Chan”.

Yusuf Fikri

Mahasiswa yang lebih sering memandangi Monitor Komputer di Kantor (baca : Kamar) dari pada Papan Tulis di Kampus.