Ahmad Dhani Klaim Tahu Mengapa ISIS Bisa Merekut Relawan Dari Indonesia

Indonesia belakangan ini dibuat heboh dengan berita yang mengungkapkan banyaknya relawan ISIS yang berasal dari negeri tercinta ini. tak hanya itu, yang masih hangat adalah beredarnya video anak-anak yang sedang dilatih secara militer oleh ISIS yang diklaim sebagai anak-anak asal indonesia.

Ahmad Dhani bicara ISIS
Ahmad Dhani bicara ISIS dan terorisme~www.harianterbit.com

Ternyata, menyebarnya paham ISIS di Indonesia tak luput dari perhatian musisi Ahmad Dhani. Pria yang sempat diklaim sebagai musisi jenius ini ternyata memiliki pandangan sendiri mengapa ISIS dengan mudahnya bisa merekrut relawan dari Indonesia. Mantan Suami Maia Estianty ini mengklaim tahu mengapa ISIS bisa begitu mudah untuk mendapatkan relawan dari Indonesia, bahkan yang mau bergabung dengan mereka secara sukarela.

Pria yang sering melontarkan ucapan kontroversial ini mengklaim bahwa paham radikalisma yang ditanamkan sejak dini membuat terorisme mudah berkembang di negara ini. Paham radikalisme yang dimaksud adalah radikalisme yang berhubungan dengan agama sehingga ini menciptakan rasa fanatik yang berlebihan dan salah kaprah pada generasi muda yang menerimanya. Dhani bahkan mengatakan bahwa faham seperti ini sudah ditanamkan semenjak usia sekolah.

Melalui akun Twitter miliknya, Dhani bahkan mengaku bahwa dirinya adalah produk radikalisme yang diterima sejak usia sekolah. “Prinsip dasar Radikalisme Islam itu tanpa disadari sudah diajarkan dalam pendidikan agama di sekolah-sekolah…Saya adalah produknya. ADP,” demikian tulis pria berusia 42 tahun tersebut di akun Twitter miliknya. Secvara berani, Dhani bahkan mengklaim para pakar yang bicara tentang radikalisme itu tak tahu apa-apa.

Menurut Dhani, mereka hanya membicarakan mengapa radikalisme berbasis agama bisa tumbuh subur di Indonesia namun tak tahu bagaimana hal tersebut bisa bermuasal. Masih menurutnya lagi, para pakar tersebut hanya memperhatikan perkembangan radikalisme ini di permukaan saja dan tidak menyusuri ujung pangkal yang terjadi di negara kita. “Sangat di sayangkan para pakar bicara Radikalisme Islam dan terorisme hanya sebatas kulit luar tanpa pernah bicara embrio…ADP.”

Terakhir, pria yang biasa disebut sebagai ADP ini mengatakan bahwa tak ada satupun pihak di Indonesia yang berkompeten bicara radikalismae dan terorisme. Bahkan dari mentri hingga presiden tak berkompeten untuk membicarakanya. “Bicara Radikalisme dan terorisme itu harus dalam tataran Filosofis…orang sini ngomongnya itu itu aja…normatif.ADP.”

Yuyun Nurhidayati Amalia

A woman who devote her life as a reader, observer, long life learner, film enthusiast and the avid fan of conspiracy theory.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.