Avengers: Age of Ultron Review. Ketika Para Avengers Menuai Pro Kontra

Indonesia cukup beruntung karena Marvel memutuskan untuk menayangkan The Avengers: Age of Ultron lebih dulu dibandingkan di negara asalnya, Amerika. Tentu saja kemudian para penonton berduyun-duyun ke bioskop untuk menyaksikan para pahlawan Marvel Universe bertarung menyelamatkan dunia. Belum selesai uforia Furious 7 kini, Avengers: Age of Ultron kembali menyita perhatian penonton Indonesia.

Avengers: Age of Ultron review menciptakan prio dan kontra ditengah para penggemar film ini, bagaimana menurut Anda~sciencefiction.com
Avengers: Age of Ultron review menciptakan pro dan kontra ~sciencefiction.com

Yang menarik review tentang film ini mulai bermunculan. Tak hanya dari dalam negri tapi juga di luar negri. Salah satu review yang sedang trending adalah yang ditulis oleh seorang penyiar radio dan juga penulis buku, serta kritikus film kenamaan di Amerika, Bryan Bishop. Sebagai seorang yang paham dengan seluk beluk perfilman, tentu saja Bryan kemudian merasa tergelitik untuk menuliskan review menganai film yang sedang booming belakangan ini.

Review Bryan yang diterbitikan dalam laman Theverge.com ternyata menggelitik banyak pihak untuk berkomentar. Pasalnya, meski mengakui bahwa Avengers:Age of Ultron ini bagus dan berhak mendapat acungan jempol, namun dia tak mampu menyembunyikan sedikit kekecewanya terhadap film ini. Menurutnya dia berharap terlalu banyak pada soosk Joss Wheldon yang telah membuat the Avengers sukses besar beberapa waktu yang lalu.

Namun meskipun masih bisa menciptakan keajaiban dan sihir di Avengers:Age of Ultron, Wheldon sepertinya kehilangan nyawanya. Menurutnya, sesuatu yang hasurnya jadi kejutan di film awal, justru jadi terkesan flat dan sedikit mengecewakan. Sosok Ultron yang harusnya jadi penjahat gahar justru melemparakn lelucon garing yang tak penting.

Para Avengers di film Avengers:Age of Ultron yang menjadi perhtain kritikus dan penikmat film~www.ibtimes.co.uk
Para Avengers di film Avengers:Age of Ultron~www.ibtimes.co.uk

Bryan mengatakan bahwa karater para Avengers di film ini mengalami sedikit penurunan. Karatker para Avngers seolah tak nyambung dengan plot an alur cerita di film ini. Seharusnya ada developing character di film kedua ini, namun entah mengapa setiap superhero yang ada di film ini seolah sibuk sendiri dan kurang menujukkan chemsitry masing-masing. Uniknya, tak hanya Bryan yang mengatakan bahwa meskipun film ini fantastis, beberapa plot hole dan kelemahan membuat film ini tak terlalu bagus dibandingkan film sebelumnya. Banyak kritikus film yang menyetujui pendapat Bryan dan mengatakan karakter para Avengers jutstru tenggelam dibawah plot di film ini.

Dan bisa dipastikan tak semua setuju dnegan pendapat para kritikus film ini. Penggemar Avengers, apalagi yang telah menonton filmnya, tentu saja mengatakan film ini sempurna. Mereka mengatakan bahwa para kritikus ini hanya menjual omong kosong belaka saat menuliskan review dan mengeruk uang dari sana. Bahkan para pengemar Marvel mengklaim bahwa film ini 10 kali lipat lebih bagus daripada film sebelumnya.

Tentu saja perbedaan pendapat ini cukup beralasan. Lihatlah fakta bahwa terkadang skor rendah yang diberikan oleh IMBD, ternyata mendapat review yang positif dari masyarakat. Begitupun sebaliknya. Jaadi wajar rasanya jika film Avengers:Age of Ultron ini menuai pro dan kontra saat kritikus mencoba menuliskan reviewnya. Lalu bagimana dengan penonton Indonesia? Bagaimana pendapat Anda terkait film Avengers:Age of Ultron iniu?

Yuyun Nurhidayati Amalia

A woman who devote her life as a reader, observer, long life learner, film enthusiast and the avid fan of conspiracy theory.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.