Di 3 Negara Ini Perayaan Halloween Memiliki Kesan Yang Sangat Berbeda

perayaan halloween
http://i.ytimg.com/vi/FXvMtvhcDHI/maxresdefault.jpg

Malam tanggal 31 Oktober setiap tahunnya sangat ditunggu-tunggu oleh hampir sebagian masyarakat dunia, lebih-lebih di Amerika. Momen yang ditunggu apalagi kalau bukan momen Halloween. Momen di mana orang-orang berkumpul bersama kerabat dan teman dekat mereka dengan mengenakan pakaian atau kostum yang seram ala mereka sendiri. Ada yang menggunakan kostum drakula, nenek sihir dan ada juga yang menggunakan kostum hantu berkepala labu.

Pada awalnya prosesi perayaan Halloween berasal dari irlandia, dan di bawa ke Amerika oleh imigran yang berasal dari Irlandia. Perayaan Halloween memang identik dengan makhluk-makhluk seram versi orang barat, misalkan seperti Goblin, Setan dan Penyihir. Saat malam perayaan Halloween tiba, anak-anak di Amerika akan keluar rumah menggunakan kostum-kostum yang menyeramkan dan akan berkeliling ke rumah-rumah tetangga mereka untuk meminta permen atau sejenisnya. Kemudia mereka mengetuk pintu setiap rumah yang mereka singgahi dan berkata “rick or treat!“. Jika ada tetangga yang tidak memberikan apapun sama sekali, biasanya anak-anak tersebut akan menghiasai taman depan rumah mereka dengan tisu toilet.

Tapi tahukan Anda ternyata kalau perayaan Halloween tidak selamanya harus menggunakan pakaian seram dan berkeliling ke rumah tetangga dan kerabat. Di 3 negara ini perayaan Halloween sangat memiliki kesan yang berbeda, intinya tidak seperti perayaan Halloween pada umumnya.

Perayaan Halloween di Korea

festival chuseok di korea
https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xfp1/10397824_1532872040267180_3694927119389161290_n.jpg

Jika di Amerika orang biasanya merayakan Halloween, maka di Korea orang-orang lebih memilih merayakan sebuah festival yang bernama “Chuseok”. Festival Chuseok hampir sama seperti perayaan Halloween di Amerika, tapi bedanya perayaan Halloween yang satu ini adalah untuk mengenang jasa pendahulu mereka dan memberikan ucapan terima kasih kepada arwah pendahulu mereka dengan cara mengunjungi makam-makamnya. Biasanya  festival Chuseok ini dirangkaikan dengan acara makan-makan dan penampilan tarian khas Korea.

Perayaan Halloween di Jerman

Jika orang Korea merayakan Halloween dengan cara mengunjungi makam-makam para leluhur mereka, lain halnya dengan orang-orang di Jerman. Orang Jerman memiliki cara tersendiri untuk merayakan Halloween, yaitu dengan cara membuang semua pisau yang ada di rumah mereka pada malam perayaan Halloween. Konon katanya hal tersebut bertujuan agar roh-roh jahat yang bergentayangan tidak bisa menggunakan pisau di rumah mereka untuk melakukan hal-hal jahat ataupun menyakiti mereka.

Perayaan Halloween di Hongkong

festiva yuelan di hongkong
http://3.bp.blogspot.com/-Y4dk9Yalpdk/TjV0fEKvv5I/AAAAAAAAL2g/43Civgnl-qE/s1600/ghost%2BF%2B1.jpg

Jika orang di Jerman merayakan Halloween dengan membuang semua pisau yang ada di rumah mereka, maka orang-orang di Hongkong merayakan Halloween dengan cara membakar uang atau gambar buah-buahan. Perayaan semacam ini dikenal di Hongkong dengan sebutan “Yue Lan” atau festival hantu lapar. Prosesi pembakaran uang dan gambar buah bertunjuan agar roh-roh yang mereka yakini ada di sekeliling mereka juga dapat ikut menikmati uang dan buah-buahan mereka, sehingga roh-roh tersebut tidak akan menggangggu kehidupan mereka

Nah itu tadi 3 jenis perayaan Halloween yang sangat berbeda dari perayaan Halloween pada umumnya. Jangan lupa like dan share kalau Anda suka dengan artikel ini.

Yusuf Fikri

Mahasiswa yang lebih sering memandangi Monitor Komputer di Kantor (baca : Kamar) dari pada Papan Tulis di Kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.