Di Hari Kedua Penayangan, Filosofi Kopi Sepi Peminat?

Film Filosofi Kopi telah rilis sejak kemarin secara serentak di bioskop seluruh Indonesia. Film yang diangkat dari cerpen karya Dewi Lestari ini menceritakan sebuah perjuangan dua orang sahabat yang bergelut dalam dunia perkembangan kopi.

 

poster film filosofi kopi yang tertera pada bioskop XXI Mall Panakkukang Makassar. ~ beranda.co.id
poster film filosofi kopi yang tertera pada bioskop XXI Mall Panakkukang Makassar. ~ beranda.co.id

Film yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko ini rupanya tak hanya fokus kepada nilai komersialnya, namun kini telah merambah untuk menampilkan nilai, ciri khas serta budaya Indonesia. Film tersebut diperankan oleh artis-artis muda yang kemampuan aktingnya tak terbantahkan lagi, mereka adalah Rio Dewanto, Julia Estelle dan juga Chico Jericho.

Namun, di hari kedua rilisnya film ini, rupanya antusiasme penggemar film di Indonesia bisa dibilang sangat kurang. Padahal seperti yang diberitakan beberapa media, baik sutradara dan para pemainnya optimis film ini akan sukses di pasaran, namun kenyataannya tidak sesuai espektasi mereka.

Hal ini terbukti di salah satu bioskop di kota Makassar. Bioskop XXI yang bertempat di Mall Panakukang ini sangat jelas menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap film ini tidak begitu tinggi. Masih di hari kedua, jumlah orang di dalam studio yang menonton film ini tak cukup berjumlah lima orang.

Pengunjung resmi saja jumlahnya hanya tiga orang, sisanya hanya bebeapa petugas yang menjaga dan sekalian ikut menikmati film ini bersama penonton.

suasana di dalam studio saat film telah selesai, tampak dua orang yang beranjak dari kursinya
suasana di dalam studio saat film telah selesai, tampak dua orang yang beranjak dari kursinya. ~ beranda.co.id

Entah kurangnya orang yang mau menonton film ini disebabkan oleh apa, mungkin kurangnya informasi atau para penikmat film lebih memilih menunggu film ini ditayangkan di Cinema 21, yang merupakan satu dari sekian banyak tempat untuk menonton film yang ada di Indonesia dan juga bisa di kategorikan lebih murah dari Perusahaan bioskop lainnya. Atau mungkin juga karena pada dasarnya minat orang-orang untuk menonton film Filosofi Kopi ini tidak banyak.

suasana tempat pembelian tiket yang etrlihat begitu sepi, sesaat sebelum film dimulai. ~beranda.co.id
suasan tempat pembelian tiket yang terlihat begitu sepi, sesaat sebelum film dimulai. ~beranda.co.id

Terlepas dari segala problematika komersial, film ini banyak membawa nilai dan pesan moral. Salah satunya pesan moral perihal pentingnya hubungan yang erat dalam keluarga, sahabat dan orang-orang di sekliling kita. Juga  sebuah ambisi dan semangat pantang menyerah tentang sebuah impian.

Film ini juga akan sedikit membuka mata kita dalam melihat bagaimana produksi kopi di Indonesia, juga perlunya mendukung para petani kopi agar lebih memproduksi biji kopi yang makin berkualitas.

Fathana Erlangga

Mahasiswa tanpa gelar yang sedang mencari jalan lurus. Rajin tidur agar semua mimpi tercapai. Pecinta wanita berambut panjang dan berkacamata. Masih terus belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.