Dianggap Menghina Orang Papua, Cita Citata Terancam Dipolisikan

“Mulutmu harimaumu” agaknya pepatah inilah yang kini bisa diambil pelajaranya dari kasus yang menimpa pedangdut Cita Citata. Ya acapkali mulut dan ucapoan seseorang, meskipun dengan maksud bercanda, bisa menjadi boomerang yang menyerang dirinya sendiri. Cita Citata kini agaknya juga merasakan hal yang sama. Pedangdut cantik yang ngetop dengan lagu “Sakitnya Tuh Di Sini” kini harus menghadapi sentimen pedas dari masyarakat bahkan ancaman dipolisikan karena ucapaya sendiri.

Biduan dangdut Cita Citata
Biduan dangdut Cita Citata dituduh hina etnis Papua

Ya pedangdut cantik dan seksi Cita Citata agaknya perlu belajar untuk memmahami bahwa diirnya adalah publik figur yang akan menjadi sorotan masyarakat. Termasuk juga ucapanya yang akan cepat menyebar dan terdengar di khalayak ramai. Kali ini, Cita Citata  harus mengalami masalah atas ucapan yang dilontarkanya sendiri. Si biduan dangdut dianggap menghina etnis Papua dalam salah satu wawancara infotainment. Tak tanggung-tanggung, Cita Citata bahkan terancam dipolisikan terkait hal tersebut.

Hal ini bermula saat Cita Citata dilipu saat tengah bersiap tampil menyanyi di sebuah acara. Saat itu, infotainment menyoroti dandanan Cita Citata yang tengah di makeup dan mengenakan aksesoris yang akan dipakainya. Penyanyi dangdut yang sempat dekat dengan Ivan Gunawan  tersebut terlihat cantik dengan aksesoris burung cenderawasih serta busana etnik yang ia kenakan.
Namun kemudian Cita Citata mengungkapkan kata-kata yang dianggap menyinggung etnis Papua. Seolah keceplosan dia mengucapkan  “Cantik masih tetap… harus dicantikin mukanya… Nggak kayak Papua, kan?” Hal ini tentu saja mengundang sentimen negatif dari banyak orang. Banyak yang menilai kalau wanita ini telah menghina orang Papua. Kata-kata Cita itu sontak membuat Johanes Gluba Gebze, tokoh Papua, merasa tersingung. Bahkan Johanes kemudian mensomasi Cita Citata melalui kuasa hukumnya,Deddy Djunaedi. Menurtnya sebagai publik figure, Cita Citata tidak pantas mengeluarjan ucapana yang mengandung unsur SARA. Tidak cuma somasi, tokoh masyarakat Ppaua ini uga berencana melaporkan ucapan Cita itu ke Komisi X DPR, Komnas HAM, dan Cyber Crime Polda Metro Jaya.

“Kami akan coba koordinasi dengan Komisi X, Komnas HAM, Cyber Crime Polda Metro Jaya dengan menggunakan UU ITE dan Pasal 28 Ayat 2 junto Pasal 45 Ayat 2 UUD No 11 Tahun 2008″ ucapnya. Cita Citata sendiri sebenarnya telah mengklarifikasi ucapanya yeng menimbulkan polemik itu. “Mungkin hanya kesalahpahaman saja soal baju yg pernah aku kenakan .. Kata2 “dandanan aku ngga seperti papua ” bukan berarti menghina tapi setau cita dandanan khas adat papua memakai coretan d bagian pipi .. Tapi pada saat itu cita ngga .. Cita tetap mencintai bangsa Indonesia dgn berbagai keanekaragaman adat dan budaya .. Mohon maaf bila ada yg tersinggung .. Trimakasih.” tulis Cita dia akun Instagram miliknya.

Yuyun Nurhidayati Amalia

A woman who devote her life as a reader, observer, long life learner, film enthusiast and the avid fan of conspiracy theory.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.