Diduga Cabuli Bocah, Penyanyi Dangdut Ini Terancam Dipenjarakan

Dunia hiburan tanah air kembali harus tercoreng citra buruk oleh aksi pedangdut satu ini. Adalah Solid AG, rekan duet penyanyi Ine Sinthya ini harus berurusan dengan aparat hukum, setelah dilaporkan telah melakukan tindakan kekerasan seksual pada seorang anak dibawah umur. Oleh pihak keluarga korban, pedangdut ini disebut tak menunjukkan etiket baik dengan tak menghadiri panggilan polisi sebanyak 2 kali.

Diduga Cabuli Bocah, Penyanyi Dangdut Ini Terancam Dipenjarakan ~ lensaindonesia.com
Diduga Cabuli Bocah, Penyanyi Dangdut Ini Terancam Dipenjarakan ~ lensaindonesia.com

Jangan sampai muncul kesan penyidik di masyarakat, penyidik lamban mengingat kasus ini sudah 5 bulan, dan terlapor masih berkeliaran bebas di luar sana” ungkap sang kuasa hukum korban, Eko Novriansyah Putra. Awal mula adanya laporan ini didasari pada dugaan kasus kekerasan seksual yang dilakukan SAG pada korban, seorang anak berusia 5 tahun, berinisial TAP . Kasus ini sendiri sebenarnya terjadi pada tahun 2014 lalu.

Kala itu, ibu dari korban yang diketahui sebagai juru masak sebuah katering rumah produksi tengah bekerja. Sang anak, TAP, rupanya bertemu dengan SAG lalu bermain dengan pedangdut tersebut. Malam hari, TAP mengeluh sakit pada area kemaluannya, sang ibu yang merasa cemas lantas memeriksa kemaluan sang anak lalu mendapati adanya lecet pada kemaluan sang anak. TAP diduga telah dicabuli oleh SAG dilantai tiga tempat sang ibu bekerja. Dengan segera ibu korban pun meminta visum dari pihak RS dr Cipto Mangunkusumo.

Tak pelak, pihak keluarga korban pun melayangkan laporan tindakan kekerasan seksual yang dialami sang anak ini ke kantor polisi serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia. “Tersangka dapat dijerat sesuai dengan pasal 76E dengan ancaman pidana pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak” terang kuasa hukum pihak korban. Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa pelaku pelanggaran pasal perlindungan anak ini dapat terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun serta dapat dikenakan denda uang sejumlah 5 miliar rupiah.

Ibu dari TAP sendiri menjelaskan bahwa pihak SAG telah dua kali dipanggil oleh pihak kepolisian, namun panggilan tersebut sama sekali tak diindahkan oleh pihak SAG, “Sudah dua kali dipanggil, namun tidak datang. Tidak ada konfirmasi apa-apa (atas ketidakhadirannya) baik dari yang bersangkutan atau pun pengacaranya” ucapnya. Lebih lanjut, orang tua korban juga akan mengancam akan menjemput paksa pelantun lagu ‘Memori Daun Pisang’ tersebut jika tidak kooperatif dalam kasus ini, “Kalau nanti dalam gelar dinaikkan statusnya jadi tersangka, kami akan panggil yang bersangkutan untuk diperiksa sebagai tersangka. Namun, jika dia tidak kooperatif, kami akan jemput paksa” pungkasnya.

Fahmi Sahru Ramadhan

Pengemis Intelektual, Coffee Lover and Hater at the same time...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.