Dinilai Nekat, Edo Sitanggang Optimis “Bulan di Atas Kuburan” Sukses

Entah angin apa yang membawa sutradara Edo WF Sitanggang untuk mengemas ulang film  karya Asrul Sani pada tahun 1973 itu. Terinspirasi dari sajak karya Sitor Situmorang yang berjudul Malam Lebaran, sineas film Tanah Air tersebut kembali memproduksinya dengan judul yang sama. Sang sutradara dinilai sangat berani dan nekat, pasalnya untuk mengemas ulang film lama ke layar lebar adalah bukan perakara mudah. Apalagi tidak ada jaminan sisi komersial dari film itu. Namun, ia tak acuh dan menilai film versi karya Asrul Sani layak diberi apresiasi Bentuk pendokumentasian dan penghargaan terhadap film Indonesia bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya proses kemas ulang seperti ini. Sekaligus juga menunjukkan bahwa di masa lampau sineas Indonesia mampu menghadirkan film bermutu dari segi cerita, jauh lebih bermutu dari sekadar ‘dagang’ film dengan menu utama model-model seksi yang dijadikan aktris dadakan.

Sang Sutradara, Edo WF Sitanggang. ~ muvila.com
Sang Sutradara, Edo WF Sitanggang. ~ muvila.com

Dengan menggaet beberapa aktor dan aktris yang telah berpengalaman di dunia perfilman, Edo yakin bisa membuat karya yang berkualitas. Ia pun yakin dengan kemampuan para pemain yang tidak diragukan lagi kemampuan beraktingnya  seperti Rio Dewanto, Atiqah Hasiholan, Ria Irawan, Ray Sahetapi, dan masih banyak lagi. Ia juga menuturkan bahwa tidak ada perubahan yang berarti dalam film ini, namun ia hanya mengemasnya dengan menyesuaikan zaman yang jelas sangat berbeda pada waktu “Bulan di Atas Kuburan” digarap oleh pendahulunya.

Para pemain "Bulan di Atas Kuburan". ~ media.viva.id
Para pemain “Bulan di Atas Kuburan”. ~ media.viva.id

“Ya film ini menurut saya punya nilai tersendiri yang membuat penonton tergiur untuk melihatnya, seperti kita menghadirkan cerita yang unik dan berbeda. Terus pemain-pemain kita juga bagus dan berkualitas makanya saya pede kalau film ini bisa sukses,” kata Edo saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Senin 6 April 2015.

Potret kejam Ibu Kota juga tergambar jelas di dalam film. Semua adegan pun bukan asal adegan, tapi semua adegan berdasarkan riset panjang Dirmawan Hatta (penulis ulang naskah) dan Edo. Film ini akan tayang di bioskop mulai 16 April 2015.

Fathana Erlangga

Mahasiswa tanpa gelar yang sedang mencari jalan lurus. Rajin tidur agar semua mimpi tercapai. Pecinta wanita berambut panjang dan berkacamata. Masih terus belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.