Dituntut Bisa Bahasa Jawa Dalam Perannya, Prilly Latuconsina Stress

Nama Prilly Latuconsina mendadak melejit berkat aktingnya membintangi Sinetron Ganteng-ganteng Serigala di SCTV. Sejak sukses dipasangkan dengan artis tampan Aliando Syarief sebagai lawan mainnya, seketika ia menjelma menjadi idola bagi para remaja. Tak ingin menyia-nyiakan bakat aktingnya, ia pun kini mulai melebarkan sayap karirnya di jagad perfilman Tanah Air.

Dituntut Bisa Bahasa Jawa Dalam Perannya, Prilly Latuconsina Stress ~ liputan6.com
Dituntut Bisa Bahasa Jawa Dalam Perannya, Prilly Latuconsina Stress ~ liputan6.com

Kali ini ia mendapat kesempatan untuk melebarkan sayapnya dengan bermain sebagai bintang utama di film layar lebar ketiganya, SURAT UNTUKMU. Di saat jadwal stripping masih padat ditambah kewajibanna sebagai siswa untuk sekolah yang tak bisa ditinggalkan, tentu Prilly kini harus lebih bijak dalam membagi waktunya. Selain itu, Ia juga harus bisa menjaga kesehatan di tengah-tengah badai kesibukan yang terus mengepungnya.

“Ini (SURAT UNTUKMU) film pertamaku, jadi pemeran utama, dulu cuma jadi cameo saja. Terlibat di sini, saya banyak terima kasih, makanya saya banyak belajar. Meski terlihat kosong jadwal tetapi saya belajar akting dan menghafal skenario,” ujar Prilly belum lama ini.

Sementara itu, dalam SURAT UNTUKMU, Prilly berperan sebagai gadis bernama Gendis. Kendati telah berpengalaman di depan kamera, namun perempuan berdarah Ambon tersebut merasa masih banyak kekurangan dalam dirinya yang harus dibenahi, ditambah lagi kerasnya dunia perfilman yang levelnya berbeda dengan sinetron.

“Aku ikut casting karena aku suka karakter Gendis, bukan karena aku ditawarin maen film ini. Karakterku ini jadi gendis, deg-degan ya karena baru pertama. Saya ikut casting supaya ketahuan bagus atau jeleknya, meski aku sudah sering main sinetron tetapi aku nggak mau main film jelek aktingku. Makanya ikut casting, aku juga minta saran dan kritik peranku ini,” sambungnya.

Lebih lanut, Prilly juga mengaku masih mempunyai banyak kendala, salah satunya adalah kendala bahasa, yang sempat membuatnya stres berat. “Aku orang Ambon, aku nggak bisa Bahasa Jawa, logatnya sulit, makanya aku ikut casting. Sempat stres dan nggak bisa tidur mikirin peran ini, aku juga ikut kelas akting juga,” pungkasnya.

Nur Wahyuni Utami

a girl who loves get lost in books, loves watching people and busy having fun in front of monitor. Coffee enthusiast.