Duh, Lindsay Lohan Ancam Lapor Ibunya Ke Polisi!

Kasih Ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah. Ya, mungkin seperti itulah gambaran yang pas untuk ditujukan kepada Lindsay Lohan. Sebagai seorang anak, perlakuan Lindsay pada sang ibu dinilai sudah sangat keterlaluan. Pasalnya, Lindsay mengancam akan melaporkan wanita yang telah melahirkannya itu ke kantor polisi, sebagai bentuk ketidak sukaan dirinya pada perilaku sang ibu yang menjual barang-barang Lindsay.

Lindsay ancam laporkan sang ibu ke polisi~vishwagujarat.com
Lindsay ancam laporkan sang ibu ke polisi~vishwagujarat.com

Dilansir dari dailymail, kabarnya sang ibu telah menjual barang-barang berharga Lindsay tanpa ada izin dari Lindsay sebelumnya. Barang-barang itu antara lain, baju, furniture, dan karya seni yang telah lama dikumpulkan oleh Lindsay. Diakui oleh Lindsay Lohan, sang ibu menjualnya secara online dan juga secara langsung pada teman-temannya.

Sebelumnya, Lindsay masih mencoba mencari barang-barang tersebut dengan cara menghubungi kerabat yang ia ketahui, namun jika pencarian itu tak memberikan hasil yang diinginkan, Lindsay pun mengancam akan melaporkan sang ibu ke polisi. Dari ibu Lindsay sendiri, banyak yang menganggap sang ibu mungkin menilai barang-barang Lindsay hanya memenuhi garasi saja, sehingga keputusannya secara sepihak untuk menjual barang-barang tersebut dianggap jadi solusi yang terbaik, tanpa melihat nilai dari barang-barang yang susah payah dikumpulkan oleh anak gadisnya itu.

Namun, bagaimanapun juga, sikap Lindsay Lohan ini tak sepantasnya dijadikan contoh. Selain bisa dibicarakan secara kekeluargaan, tentunya sikap ancaman terhadap ibu kandungnya yang bernama Dina Lohan ini, dinilai bukan sikap yang baik sebagai seorang anak. Lindsay sendiri menerangkan bahwa tingginya nominal uang yang terbuang untuk barang-barang tersebut menjadi salah satu faktor dirinya akan melaporkan sang ibu ke polisi. Publik hanya berharap, konflik ibu dan anak ini secepatnya menemui titik terang tanpa ada yang harus merugi.

Fahmi Sahru Ramadhan

Pengemis Intelektual, Coffee Lover and Hater at the same time...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.