Hari Film Nasional, Istana Negara Putar ‘Cahaya Dari Timur’

Hari ini, tanggal 30 Maret 2015 bertepatan dengan peringatan Hari Film Nasional, pihak istana negara memutar film karya anak bangsa yang berjudul ‘Cahaya Dari Timur’. Puncak peringatan yang akan diadakan malam nanti di istana negara akan menampilkan film yang telah meraih Piala Citra untuk kategori Film Terbaik pada tahun 2014 lalu.

Cahaya Dari Timur : Beta Maluku ~malesbanget.com
Cahaya Dari Timur : Beta Maluku ~malesbanget.com

Film ini merupakan film besutan sutradara handal, Angga Dwimas Sasongko yang bekerja sama dengan Gleen Fredly. Dalam pergelarannya nanti film ini sekaligus menjadi tanda peresmian gerakan ‘Ayo Nonton Film Indonesia’ yang dipelopori langsung oleh Presiden RI, bapak Jokowi Dodo. Film Cahaya Dari Timur sendiri diperankan oleh tokoh-tokoh yang sudah lama terjun di dunia perfilman Indonesia. Sebut saja, Chico Jerikho yang memerankan sosok Sani Tawainella, serta artis kondang Jajang C. Noer.

Cahaya dari Timur sendiri menceritakan tentang perjuangan Sani Tawainella (Chico Jerikho), seorang pemain bola yang memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Maluku, setelah gagal merintis karir profesional sepak bola dan menghidupi keluarga dengan mongojek. Di tengah konflik agama yang terjadi di Maluku, Sani berkeinginan untuk menyelamatkan anak-anak yang ada di kampungnya melalui sepak bola. Di antara sulitnya bertahan hidup serta pilihan antara keluarga atau sepak bola, Sani dipercayakan untuk mengantar timnya mewakili Maluku di kejuaraan nasional. Keputusan Sani menyatukan anak-anak yang berbeda agama dalam satu tim menyebabkan konflik baru. Sani di hadapkan dengan trauma akan kegagalannya di masa lalu dan kesempatan untuk membawa cerita baik untuk Maluku.

Salah satu scene film Cahaya Dari Maluku~hiburan.kompasiana.com
Salah satu scene film Cahaya Dari Maluku~hiburan.kompasiana.com

Diangkat dari kisah nyata, Film Cahaya Dari Timur menggambarkan lokasi yang memang asli di Maluku. Penggunaan dialek Ambon dalam film ini menjadi ciri khas serta menimbulkan kesan unik bagi penontonnya. Selain itu, soundtrack yang diisi langsung oleh Gleen Fredly juga mampu menimbulkan kesan yang baik bagi para penikmat film. Menceritakan konflik, tak serta merta membuat film ini penuh emosi, namun dusuguhkan pula keindahan Maluku yang memanjakan mata.

Iqbal Nugroho

Pria yang bernama Iqbal Haryadi putra bungsu dari clan Nugroho, berharap tulang rusukku kelak yang bisa merubah kebiasaan burukku perlahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.