Hari Pahlawan 2015 : Keraton Yogyakarta dan Mangkunegara Berduka

Gusti Raden Ajeng Siti Nurul Kamaril Ngarasati Kusumawardhani, Putri dari Keraton Mangkunegara telah berpulang ke Rahmatullah dini hari tadi pukul 08.00. Kabar tersebut didapatkan dari menantunya, Hariono, yang menulis berita duka melalui akun facebook-nya.

Gusti Nurul Berpulang ke Rahmatullah
Gusti Nurul Berpulang ke Rahmatullah

“Ibu mertua Gusti Nurul, jam 8 pagi telah dipanggil ke Rahmatullah dan akan disemayamkan ke Astana Mangadeg di Surakarta,” tulis Hariono. Gusti Nurul menghembuskan nafas terakhirnya tepat saat Indonesia sedang memperingati Hari Pahlawan, 10 November 2015.

Gusti Nurul adalah seorang putri yang patut menjadi panutan. Beliau memiliki pemikiran yang cenderung melampaui zamannya. Gusti Nurul pernah diberi gelar de bloem van Mangkunegaran (Kembang dari Mangkunegara) oleh Ratu Wilhemina dari Belanda. Gelar itu didapatkannya saat ia menari di acara pernikahan Putri Juliana di Belanda pada tahun 1937.

Seorang Putri dan Primadona pada zamannya
Seorang Putri dan Primadona pada zamannya

Gusti Nurul dengan berbagai kelebihannya itu menjadi primadona di kalangan tokoh-tokoh besar Indonesia. Presiden Indonesia, Ir. Soekarno, Sultan HB IX, Sutan Sjahrir, dan Djatikusumo yang menjabat sebagai orang penting di Indonesia saat itu pernah berlomba untuk mendapatkan hati Gusti Nurul. Presiden Indonesia, Ir. Soekarno juga menyimpan lukisan Gusti Nurul karya Basuki Abdullah di kamar kerjanya di Cipanas. Semoga Almarhumah Gusti Nurul diterima di sisi-Nya.