Ini Alasan Gerakan Reformis Islam Ngotot Polisikan Ustad Maulana

Kendati sudah meminta maaf, Gerakan Reformis Islam masih ngotot untuk melaporkan Ustad Maulana ke pihak kepolisian. Namun bukan tanpa alasan pihak Gerakan Reformis Islam atau Garis melaporkan Ustad yang terkenal dengan sloganya “Jamaah…ooh…Jamaah” itu kepada pihak yang berwajib.

Ustad Maulana dilaporkan pihak Gerakan Reformis Islam pada polisi karena dinilai telah melanggar syariat~ smeaker.com
Ustad Maulana dilaporkan pihak Gerakan Reformis Islam pada polisi~ smeaker.com

Gerakan Reformis Islam mengungkapkan bahwa Ustad Maulana sudah melanggar syariat Islam dengan sebuah komentarnya saat mengisi acara dakwah di salah satu TV swasta belum lama ini. Waktu itu, Ustad Maulana melontarkan pernyataan bahwa untuk memilih pemimpin, tak usah dilihat latar belakang agamanya apa.

Ternyata tak semua orang setuju dengan pendapat sang ustad ini. Gerakan Reformis Islam atau Garis adalah salah satunya yang menentang pernyataan tersebut, dan berniat membawa masalah ini ke ranah hukum. “Apa yang disampaikan Maulana tersebut terkait mencari pemimpin tidak usah melihat latar belakang agama. Itu kan sudah melanggar hukum syariah Islam,” ungkap Ustad Adang Nurmansyah pemimpin Garis di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polda Metro Jaya.

Namun bukan itu saja yang menjadi alasan mengapa pihak Garis ngotot ingin mempolisikan ustad Maulana. Menurut mereka, cara berdakwah sang ustad di salah satu acara rutin yang dipandunya juga berlebihan dan tak sesuai syariah. Selain itu, kabarnya beliau juga pernah melontarkan pernyataan bahwa wanita cantik pun belum tentu punya anak.

“Urusan punya anak dan tidak punya anak itu kan bukan urusan manusia, kekuasaan Allah, itu sudah melakukan penyesatan. Secara etika dia juga sudah berlebihan. Dia selalu berdiri di atas panggung dengan tidak layak, muter-muter. Dalam Islam berlebihan kan enggak boleh, jadi sudah melanggar secara etika syariah agama dan hukum KUHP,” tambah Ustad Adang lagi.

Yuyun Nurhidayati Amalia

A woman who devote her life as a reader, observer, long life learner, film enthusiast and the avid fan of conspiracy theory.