Inilah Kriteria Film Berkualitas Menurut Wapres Jusuf Kalla

Film adalah sebuah karya yang bisa mencerminkan pandangan hidup beberapa orang, fungsi film memang kebanyakan adalah sebagai sarana hiburan, baik bagi diri sendiri maupun orang banyak. Film pun memiliki ‘rasa’ tersendiri sesuai dengan tujuan mengapa film itu dibuat. Indonesia sebagai negara yang memiliki seniman seniman hebat tak terkecuali sineas sineas film banyak melahirkan karya karya film yang boleh dibilang cukup membanggakan.

Perfilman di Indonesia sudah muncul pada masa pra kemerdekaan, saat itu film yang tayang masih film bisu dan berwarna hitam putih. Berlanjut pada masa kemerdekaan, film beralih fungsi menjadi propaganda politik koloanialisme yang kala itu masih ingin menguasai Indonesia. Dan baru di era 70 sampai 80 an lah film Indonesia mencapai puncak kejaayaannya, banyak film yang muncul baik itu bergenre drama maupun komedi yang lahir dari tangan dingin masing masing sutradara.

Film terbaik indonesia sepanjang sejarah ~ kasamago.wordpress.com
Film terbaik indonesia sepanjang sejarah ~ kasamago.wordpress.com

Namun di era 90 an sampai 90 akhir perfilman Indonesia seakan mati suri, tidak banyak film yang diproduksi kala itu. Namun menjelang awal 200an hingga kini perfilman Indonesia kembali menjadi raja di negerinya sendiri. Oleh karena untuk mendukung perfilman tanah air sebagai bentuk dari industri kreatif, Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi) bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengadakan forum diskusi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan sosialisasi UU HKI no. 28 tahun 2014.

Pada kesempatan itu pula hadir Wakil Presiden RI Jusuf Kalla untuk memberikan sambutan sekaligus meresmikan pembukaan seminar tersebut. Di dalam sambutannya Jusuf Kalla berujar ada dua hal penting jika suatu film dapat dikatakan berkualitas.
jusuf-kalla
“Ada dua hal yang penting dalam film. Pertama, apakah film tersebut mengandung tuntunan, dan kedua, film sebagai tontonan. Saya perhatikan ada beberapa film yang tuntunannya bagus, namun segi tontonannya kurang, begitu juga sebaliknya, dan ada pula yang bagus di kedua aspek. Dua hal itu adalah unsur penting di film menurut saya,” ucap Jusuf Kalla.

Menurut Jusuf Kalla , film-film layar lebar Indonesia sedikit berbeda dari film-film Hollywood atau Bollywood. Menurut beliau, film anak bangsa jauh lebih memiliki trend. Meskipun trend tersebut terus berubah seiring selera dan perkembangan zaman, menurutnya film Indonesia jauh lebih variatif.

Sopian Ahmad

Kuli Tinta yang lagi magang di alam pikirannya sendiri. Good Listener, Analyst, Problem Solver. Stay Foolish, Stay Hungry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.