#IStandWithAhmed – Jam Tangan Dikira Bom, Remaja Muslim Amerika Serikat Ditangkap

Terjadi lagi. Polisi Amerika Serikat menangkap seorang remaja muslim SMA bernama Ahmed Mohamed karena diduga membuat bom. Padahal, Ahmed hanya membuat jam tangan yang niatnya akan ditunjukan di sekolah.

Ahmed Mohamed ditangkap karena membawa jam buatan ke sekolah
Ahmed Mohamed ditangkap karena membawa jam buatan ke sekolah

Ahmed Mohamed diberitakan melalui BBC.com membawa jam tangan ciptaannya ke sekolah menengah atas Mc Arthur di Irving. Niatnya sederhana saja, menunjukan hasil karyanya ke guru teknologi. Namun guru di sekolah Menengah Atas tersebut justru mencurigai jam tangan buatan Ahmed sebagi bom. Ia pun langsung dilaporkan ke kepolisian.

Insiden tersebut menarik perhatian para pengguna jejaring sosial hingga memberi dukungan lewat tagar #IStandWithahmed. Hingga Rabu, 17 September 2015 saja, tagar tersebut sudah disinggung 50,000 kali.

#IStandWithAhmed jadi trending topik sebagai dukungan
#IStandWithAhmed jadi trending topik sebagai dukungan untuk remaja muslim yang ditangkap karena diduga membawa bom

Ayah Ahmed pun menyebut putranya dicurigai membuat bom karena memiliki nama Mohamed dan beragama Islam. Pernyataan ayah Ahmed tersebut langsung saja berbuah kecaman untuk pihak Amerika Serikat.

Akun @dulsetsabr, antara lain, menulis, “Islamfobia terjadi. Ini mengkhawatirkan. #IstandWithAhmed” sementara Wajahat Ali, @WajahatAli menulis, “Sebagian besar anak-anak yang membuat jam dalam waktu 20 menit akan disambut sebagai Jimmy Neutron. Anak Muslim? Berpotensi membuat bom. Sedih. #IStandWithAhmed.”

Ahmed Mohamed sendiri diungkap adalah remaja yang memiliki ketertarikan di bidang robotik dan sains.

Aluna Nayaka

My formula of living is quite simple. I get up in the morning and I go to bed at night. In between I occupy myself as best as I can.