JK Rowling Sebut Donald Trump Lebih Buruk Dari Lord Voldemort

Terkait komentar miringnya tentang umat muslim di AS, Donald Trump disebut sebagai sosok yang jauh lebih buruk dibandingkan Lord Voldemort oleh novelis JK Rowling. Setidaknya hal inilah yang dituliskan oleh pengarang novel Harry Potter ini di akun twitter miliknya belum lama ini. Meski bukan warga Amerika, JK Rowling sepertinya ikut mengamati perkembangan dunia politik di Amerika saat ini.

JK Rowling sebut Donald Trump jauh lebih buruk dibandingkan Lord Voldemort karena komentar rasisnya pada umat muslim~ globalnews.ca
JK Rowling sebut Donald Trump lebih buruk dibandingkan Lord Voldemort ~ globalnews.ca

Atmosfer politik di Amerika saat ini memang sedang panas-panasnya. Apalagi sejak masuknya nama Donald Trump sebagai orang yang mencalonkan diri sebagi kadindat presiden Amerika selanjutnya. Sayang Trump bukanlah pria dengan reputasi yang baik, dan sering mengelurkan statement bernada rasis yang kontroversial dan cukup membuat banyak pihak berang.

Baru-baru ini, Trump membuat statement mengenai umat muslim di Amerika. Trump memberikan saran agar umat muslim, baik wisatawan ataupun mereka yang ingin bekerja dan mendapat pendidikan, dilarang untuk memasuki negri Paman Sam itu. Trump beralasan bahwa hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan stabilitas negara tersebut.

“(Pelarangan umat Islam ke Amerika-red) Sampai kita dapat menentukan dan memahami masalah ini dan ancaman berbahaya itu. Negara kita tidak bisa menjadi korban serangan mengerikan oleh orang-orang yang percaya hanya dalam Jihad dan tidak memiliki rasa alasan atau menghormati kehidupan manusia,” kata Trump.

Statement Donald Trump ini tentu membuat banyak pihak berang. Tak terkecuali JK Rowling. Di twitter miliknya, JK Rowling mengutip artikel tentang penyataan Donald Trump tesebut lalu menulis “How horrible. Voldemort was nowhere near as bad (mengerikan sekali. Bahkan Lord Voldemort tak akan seburuk itu)” tulis JK Rowling. Donald Trump sendiri kabarnya menghadapi ancaman diskualifikasi sebagai calon presiden oleh partai Republik yang menaunginya, terkait pernyataan rasisnya itu.

Yuyun Nurhidayati Amalia

A woman who devote her life as a reader, observer, long life learner, film enthusiast and the avid fan of conspiracy theory.