Keren, Film Indonesia Berjudul Dedes dan Nyeker Jadi Wakil Di Ajang Cannes Festival

Ditengah banyaknya sumber daya yang ada, entah mengapa industri perfilm-an Indonesia seolah tak mampu berjaya di negri sendiri. Masyrakat justru lebih tertarik untuk menonton film Asing yang memang memiliki efek yang jauh lebih bagus dan mulus dibandingkan film Indonesia. Karena itu, mereka tak tahu bahwa dua film lokal Indonesia, Dedes dan Nyeker terpilih mewakili bangsa tercinta ini untuk ajang film bergengsi, Cannes Festival.

Film Indonesia di ajang Cannes festival
Film pendek Indonesia akan bersaing di ajang Cannes festival~newsroom.nwfilm.org

Ya ditengah hiruk pikuknya perfilamna asing yang menginvasi negri ini dan selera masyrakata akan film dalam neegri yang semakin turun, Dedes dan Nyeker berjuang mati-matian untuk menujukkan eksistensi mereka. Perjuangan ini berbuah manis sebab ajang film paling bergengsi di dunia, cannes Festival melirik mereka dan mengundang kedua film ini untuk tampil di acara tersebut.

Dedes adalah film yang diangkat dari buku karangan sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Dengan durasi yang hanya enam menitan, Dedes yang diperankan oleh Frederica Pingkan ini masuk dalam kategori (short film corner) di Festival Film Cannes. Meskipun hanya berdurasi 6 menit, namun unsur etnik kontemporer yang kental membuat juri festival film Cannes terpikat karenanya.

Jika Dedes diangkat dari buku karangan sastrawan Pramoedya Ananta Toer, maka film Nyeker atau Barefoot ini adalah murni buah pemikiran sutradaranya sendiri. Galih Sakti selaku sutradara mengungkapkan bahwa untuk membuat film Nyeker ini perlu usaha yang keras dan melewati proses berat. Meski begitu, Galih mengaku tidak menyerah sehingga akhirnya filmnya ini bisa masuk dalam nominasi di Festival Film Cannes.

Sama seeprti Dedes, film Nyeker ini juga masuk dalam nominasi film pendek atau short film. Nyeker sendiri mengambil setting era kolonial dan menceritakan persahabatan anak laki-laki pribumi dengan seorang noni kecil Belanda. Ddam semoga saja, dua film pendek Indonesia ini bisa berjaya di ajang film Cannes dan mengharumkan nama bangsa kita.

Yuyun Nurhidayati Amalia

A woman who devote her life as a reader, observer, long life learner, film enthusiast and the avid fan of conspiracy theory.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.