Konflik Dengan Masyarakat Papua, Cita Citata Harus Bayar 1 Miliar

Kasus antara pedangdut Cita Citata dan masyarakat Papua sampai saat ini ternyata belum menemui titik terang. Tuduhan penghinaan terhadap rakyat Papua yang dialamatkan pada Cita Citata nampaknya harus berbuntut serius pada gadis asal Bandung ini. Pasalnya, Cita Citata harus membayarkan sejumlah uang terhadap masyarakat Papua sebagai bayaran atas rasa malu yang dibuat Cita Citata terhadap masyarakat Papua.

Konflik dengan masyarakat Papua, Cita Citata harus bayar 1 Miliar
Konflik dengan masyarakat Papua, Cita Citata harus bayar 1 Miliar

Sebelumnya, Cita Citata dilaporkan atas tuduhan telah melakukan penghinaan terhadap masyarakat Papua karena ucapannya yang dinilai bernada rasis, ketika sedang dalam sesi wawancara yang diliput oleh sebuah stasiun TV. “Cantik masih tetap… harus dicantikin mukanya… Nggak kayak Papua, kan?” ucap Cita Citata yang kala itu tengah menghadiri sebuah acara. Dalam acara tersebut, Cita Citata memang mengenakan sebuah pakaian adat khas Papua sebagai kostum.

Mengetahui hal tersebut, masyarakat Papua pun beramai-ramai menuntut pelantun lagu ‘Sakitnya Tuh Disini’ tersebut ke meja hijau, atas dasar ucapannya yang dianggap bernada rasis tersebut. Kemarin, perwakilan masyarakat Papua, yang diwakili oleh sang kepala suku, Marthen V Koirewoa, mendatangi langsung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, untuk memantau kasus yang membawa-bawa nama suku yang dipimpinnya. Kehadirannya sendiri, merupakan sebuah bentuk desakan dari warganya agar Cita Citata mendapat sanksi sesuai hukum adat mereka.

“Saya salah seorang perwakilan suku Papua yang hadir untuk diutus Kepala Suku Serui, Kepulauan Yapen, Teluk Cendrawasih, Papua supaya meminta Cita Citata diproses secara hukum. Kami belum bisa terima kalau Cita belum jalani proses hukum, karena kami lihat Cita masih keluyuran” ucap Marthen ketika ditanya perihal kedatangannya.

Tak hanya itu, Marthen juga mengungkapkan bahwa Cita Citata harus membayar uang sejumlah Rp.1 Miliar, sebagai sanksi adat yang harus dijalaninya “Uang itu untuk membayar rasa malu kami atas perlakuan Cita Citata terhadap kami” lanjut Marthen. Menurutnya, uang tersebut akan dibagikan kepada setiap masyarakat, dan digunakan untuk membeli hewan ternak seperti sapi dan juga babi. Dari segi hukum sendiri, Cita Citata dilaporkan atas dasar pasal 28 ayat 2 mengenai UU ITE, dengan ancaman penjara selama 5 tahun.

Fahmi Sahru Ramadhan

Pengemis Intelektual, Coffee Lover and Hater at the same time...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.