Lagu-Lagu Syahdu Ini Cocok Untuk Teman Pencerita Di Kala Hujan Turun

Rerintikan hujan sudah sering menemani di keseharian kita saat musim ini. Begitulah memang di Indonesia saat ini yang memasuki siklus penghujan. Siklus khas tropis, seusai kemarau berkepanjangan yang panas terik dan kemudian diberi berkah kesejukan yang khidmat pada musim penghujan.

Selain hujan membawa keberkahan untuk alam. Keberkahan untuk petani. Keberkahan untuk para pengais nafkah tatkala hujan. Dan keberkahan bagi orang-orang penikmat senandung hujan.

hujan turun
hujan turun—flickr.com/photos/cubagallery

Sebutlah para penikmat senandung hujan ini. Selain menikmati alunan turunnya dari hujan. Mereka akan juga memadukan alunan hujan dengan teman-teman pencerita. Teman-teman pencerita di sini adalah sebagai tembang-tembang dari gubahan para pencipta yang agung. Para pencipta alunan tembang musik, yang dengan kepekaannya bisa mencipta perpaduan harmoni indah antara hujan dan musik.

Di Beranda saat ini bakalan membahas teman-teman pencerita yang perpaduannya bisa menciptakan keselarasan indah saat hujan turun. Ke semua daftar berikut ini adalah dari pencipta lokal. Berikut persembahannya;

Efek Rumah Kaca – Desember

Begitu maha hebat alunan dari Efek Rumah Kaca dengan nomor judul Desember ini. Meski kamu ketika mendengarkan ini sudah melewati bulan Desember, alunannya masih cocok terdengar saat hujan turun. Karena begitu pun hujan tak melulu hadir di bulan Desember untuk sekadar menyukainya.

Payung Teduh – Berdua Saja

Alunan dari perpaduan musik etnik dan sentuhan nuansa jazzy membawa keteduhan di tembang Berdua Saja yang dibawakan oleh Payung Teduh. Sesungguhnya tidak hanya pada nomor lagu ini saja yang memberi efek keteduhan di kala hujan turun. Karena seluruh tembang dari Payung Teduh semuanya telah merefleksikan keindahannya.

Percayalah. Syair yang dideklamasikan dengan baik oleh Payung Teduh dalam Berdua Saja itu bisa bikin dua sejoli yang terbungakan oleh asmara namun tercanggungkan pada awalnya akan menjadi kian luluh.

The Rain – Gagal Bersembunyi

Dari nama kelompok musik ini pun telah menggambarkan nuansa cocok untuk peneman saat hujan. Beranda memilih rilisan single terbaru mereka untuk direkomendasikan menjadi senandung yang cocok untuk penghantar kamu saat hujan. (Baca: Single Terbaru The Rain – Gagal Bersembunyi)

Gambaran syairnya memang bikin pedih sih bagi yang pernah merasa. Namun alunan musikalitasnya yang tidak menye-menye dan cengeng setidaknya dapat memberi rasa bergelora. Walaupun, yaaa, diakhiri dengan lantunan ‘senyuman itu selalu menenangkan / dan aku cuma rindu’. Begitulah.

Adhitia Sofyan – After The Rain

Kamu sedang menjalani hubungan dengan jarak yang memisahkan? Coba dengar lantunan musik dari Adhitia Sofyan ini. Dengan judul yang telah menggambarkan kekhidmatan seusai hujan, namun terdapat kisah pilu di sebaliknya.

Diawali dengan syair yang pencipta lagu begitu mengagungkan aroma selepas hujan untuk dipersembahkan kepada yang terkasihnya. Lalu diakhiri kenyataan bahwa mereka terpisah oleh jarak samudera membentang. Dan pada penutup lagu, ia menegaskan begitu sulit untuk bertemu, maka ia hanya kan menunggu di saat hujan mereda.

Banda Neira – Di Atas Kapal Kertas

Alunan nyanyian dari sepasang lelaki dan perempuan yang bersekutu menjadi nama Banda Neira ini bernuansa akustik-akustik syahdu. Mengambil nama dari sebuah pulau di ranah Timur yang kerap menjadi tempat pembuangan orang-orang bersejarah. Sebut saja dari bapak Proklamator; Bung Karno, Bunga Hatta dan Sutan Sjahrir. Hingga seorang penulis sastra, Praemodya Ananta Toer. Mereka pernah menjalani hukuman di pulau itu. Dan oleh Ananda dan Rara, muncul kembali Banda Neira dalam bentuk satu kelompok musik.

Dari sekian jumlah tembang gubahan dari pasangan Ananda dan Rara. Di Atas Kapal Kertas mungkin menjadi alunan cocok peneman dan pencerita kala hujan menurun. Pada baitnya yang juga menambahkan hujan sebagai penghapus jejak jalan pulang. Namun alunan-alunan musiknyalah yang membikin khidmat siapa yang sudi mendengarkan.

Koil – Lagu Hujan

Kisah hujan tergambar jelas dalam syair-syair Lagu Hujan karya kelompok musik Koil. Menggambarkan hujan sedang mendera dan segala ilusi beling-beling kenangan masa lalu yang tersiar kembali waktu hujan turun.

Begitulah Koil menggambarkan hujan, dan mereka lebih memilih menunggu hujan reda. Karena ketika reda lah, keindahan hujan dalam gambaran tangga pelangi akan menghapus sedikit tancapan kecewa yang tertanam di hati.

Pygmy Marmoset – Cerita Tentang Pohon

Sebenarnya, dan memang benar, Pygmy Marmoet adalah fauna yang tercatat sebagai primata dari keluarga monyet terkecil di dunia. Tetapi oleh Zenith Syahrani dan Sanjaya Adi Putra. Dua kawan asal Bali tersebut menjelmakan spesies primata terkecil itu menjadi kelompok musik pendongeng.

Lagu-lagu dari Pygmy Marmoet berkomunikasi dengan bahasa dan dengan pesan tersirat yang sebenarnya begitu sederhana. Salah satunya dari judul “Cerita Tentang Pohon” ini. Menggambarkan pohon yang kerap terlupakan, padahal ia adalah peneman dari setiap musim yang berganti. Kemudian dengan alunan dari perkakas musik akustik, sebutlah; Gitar, perkusi, pianika, kazoo, dan glockenspiel. Terpadukan dengan indahnya untuk dinikmati waktu hujan.

White Shoes & The Couples Company – Senandung Maaf

Sedang merindui seseorang, bersedih, dan ingin menyepi dalam buaian hujan rerintikan? Senandung Maaf dari kelompok musik a la vintage lampau, White Shoes & The Couples Company, mungkin bisa jadi opsi kamu dalam menyenandungkan kenestapaanmu. Lalu berdoa agar pengharapan kesusahan hati sirna seiring hujan mereda.

Dialog Dini Hari – Pelangi

Dialog Dini Hari adalah semacam musikalitas dalam balutan tema percakapan dengan teman bicara. Tentu percakapan tersebut terjadi dalam waktu dini hari, sehingga terciptalah suatu dialog dini hari.

Mereka adalah trio kekawan dari Pulau Dewata. Salah satu dari album ‘Lengkung Langit’ yang cocok untuk teman pencerita saat hujan adalah dari nomor judul ‘Pelangi’.

‘Hey pelangi warna-warni / Hey pelangi gairah surga dihati’ — lirik pada dua baris terakhir di lagu ‘Pelangi’. Benar-benar tema yang ringan yang cocok menggambarkan keadaan usai hujan reda, dan masih menyisakan tanah basah.

KarnaTra – Gadis Hujan

Musiknya memang tidak mensyahdukan seperti deretan di atas. Namun bila dilihat dari segi judulnya yang menyiratkan perihal hujan, maka tak apalah dimasukkan dalam senarai Lagu-Lagu Syahdu Ini Cocok Untuk Peneman Bercerita Di Kala Hujan Turun a la Beranda saat ini.

KanaTra sendiri ialah kelompok musik pengusung aliran musik warm rock. Genre rock sedikit hangat, mungkin. Sedang, kisah yang diangkat dalam lagu berjudul Gadis Hujan berinti kisah terhadap perempuan dengan segala tragedi, lara, ironi, dan air matanya.

Lagu dari sudut pandang seorang lelaki yang mempermasalahkan kepada perempuan mengapa kerap menangisi cinta, mengeluhkan ketidak-adilan hidupnya, lalu berujung drama seorang perempuan yang tak kunjung usai dan mempersoalkan perempuan-perempuan dengan ritme hidupnya yang datar dan serba artifisial.

Musikalitasnya cukup membikin luluh sewaktu dinikmati dengan hujan mendera. Terutama saat menghayati pada bagian repetisi petikan-petikan alunan gitarnya yang dibalut efek dari suara delay gitar.

Teman Sebangku – Berhenti Sejenak

Musikalitas begitu sederhana. Suara merdu nan ceria yang menonjol dari seorang Sarita Rahmi Listya, dan petikan gitar dari Doly Harahap. Terkadang suara dentingan triangle kerap menambah variasi dalam kesederhanaan. Ialah Teman Sebangku. Duo asal kota Bandung yang terbentuk pada pertengahan 2010 lalu.

Berhenti Sejenak. Adalah singlenya di EP pertama yang mereka rilis awal 2011 silam. Dan simaklah lirik dari Berhenti Sejenak yang bikin semacam meleleh.

Mari berhenti sejenak, menatap matahari di pagi hari. Mencium aroma bunga matahari, tertawa seperti gadis cilik. Duduk di bangku taman, menyeduh secangkir kopi, dengarkan alunan semilir angin lalu berdansalah di kala senja…………

Ah, semacam teman pencerita yang baik, bukan? Walau mungkin kamu mendengarkan dalam kondisi di luar hujan. Keceriaan dalam kisah yang didendangkan bikin merasakan rasa rileks tenang dan senang.

Sore – Musim Ujan

Sore, tercipta di tahun 2005 silam. Oleh Ade Paloh (gitar/vokal), Mondo Gascaro (keyboard/vokal), Awan Garnida (bass/vokal), Bemby Gusti (drum/vokal), Reza Dwiputranto (gitar/vokal), dan Dono Firman (keyboard). Sore adalah grup indie yang berbeda dari pengaruh hingar bingar pop pada masanya itu. Mereka bermain di genre vintage (masa lalu) yang mengingatkan kita pada musik era tahun 1950-an, 1960-an dan 1970-an tanpa bermaksud untuk membuat musik retro.

Lagu Musim Ujan. Masuk di dalam album mutakhir mereka bertajuk Sorealist yang dirilis di tahun 2013 lalu. Tema tentang penghujan sangat selaras untuk dinikmati waktu hujan turun. Simaklah lantunan liriknya yang berbunyi ‘Tak kuasa menahan rasa / Dan awan menguak / Berjatuh peluh alam / Hirup udara musim hujan / Dan kau terhampar belia’.

Roman syairnya begitu indah, tetap meromantis, mellow namun tidak terasa picisan. Begitulah Sore menjadi alternatif asyik untuk teman penceritamu saat hujan.

Irfan A. Ofa

Masih-mahasiswa. Masih-manusia. Pemerhati dan Pegiat Dunia Internet. Blogger. Ads-Publisher. Percaya alien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.