“Love” Film Porno 3D Yang Timbulkan Perdebatan di Ajang Cannes Festival

Ajang film bergengsi Cannes Festival selalu mendatangkan hal yang baru dan mengejutkan. Terkadang hal tersbut tak jarang menimbulkan kontroversi dan perdebatan berkepanjangan. Kali ini yang jadi perdebatan banyak orang adalah film porno dengan konsep 3D bertajul Love karya sutradara Prancis, Gaspar Noe.

Love film porno dengan konsep 3D yang timbulkan kontroversi. Konon film ini boleh ditonton oleh anak-anak~over-blog-kiwi.com
Love film porno dengan konsep 3D yang timbulkan kontroversi~over-blog-kiwi.com

Yang menjadi kontroversi tentu saja pernyataan sutradara bahwa film porno 3D ini konon boleh ditonton anak-anak berusia 12 tahun. Gaspar Noe bahkan dengan percaya diri mengatakan anak-anak berumur 12 tahun seharusnya boleh menonton film besutanya yang bertajuk Love ini. Dengan mengatasnamakan cinta, Gaspar Noe mengklaim bahwa tak ada yang menjijikan dan perlu ditakutkan dari film kontroversial buatanya ini.

“Mereka (pihak sensor) memebrikan larangan untuk menonton film ini sampai batasan usia 16 tahun. Kalau akau jadi mereka, maka batasan tersebut akan kuturunkan menajdi 12 tahun” papar Gaspar Noe bangga. Gaspar beranggapan bahwa yang dibuatnya bukanlah film porno yang hanya mengekploitasi pornografi semata. Dia membela diri dengan mengatakan bahwa film terebut menggambarkan suatu percintaan yang menggebu-gebu.

“Ketika kita berbicara pornografi orang akan merasa ketakutan, tapi film ini bercerita bagaiman orang jatuh cinta dan menjalani hubungan seks atas dasar cinta. Dan tentu saja untuk menggambarkan kondisi ini, akan sangat mustahil untuk tidak melibatkan organ intim pada syuting film ini” papar Gaspar lagi. Tentu saja film ini lantas mengundang perdebatan dan juga kontroversi di berbagai kalangan. Mereka beranggapan Gaspar terlalu berani mengatakan bahwa film ini bisa ditonton anak-anak berumur 12 tahun.

“Film ini sebenarnya tak lebih dari film porno yang buruk dengan adegan menjijikan pada akhir ceritanya” tutur kritikus film Sophie Kaufman. “Film yang bagus tapi sangat membosankan” papar Isabel Stevens, dari majalah Sight and Sound. Dan masih banyak kritik tajam lain tang ditujukan pada Gaspar dan filmnya ini. Namun tentu saja pihak Gaspar masih bersikukuh bahwa ini bukanlah film porno, sehingga tidak masalah jika dikonsumsi oleh penonton usia belia. Konon bahkan film “Love” ini akan segera ditayangkan di layar lebar dalam waktu dekat ini setelah mendapat screening di Cannes.

Yuyun Nurhidayati Amalia

A woman who devote her life as a reader, observer, long life learner, film enthusiast and the avid fan of conspiracy theory.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.