Mengenal Utami, Sosok Istri Yang Setia Merawat Pepeng Hingga Akhir Hayat

Dunia hiburan Indonesia sedang dirundung duka, sebab kehilangan salah satu seniman yang paling berbakat dan handal di dunia perlawakan. Ferrasta Soebardi, komedian Indonesia yang lebih beken dengan nama Pepeng akhirnya menyerah dengan penyakit yang selama ini dia derita. Bertahun-tahun penyakit tersebut merenggut waktunya dan memaksanya untuk menghabisakn kegiatan sehari-harinya di atas tempat tidur.

Utami, sang istri yang setia menemani Pepeng hingga napas terkahir. ~ cnnindonesia.com
Utami, sang istri yang setia menemani Pepeng hingga napas terkahir. ~ cnnindonesia.com

Namun, ada sosok yang gigih dan begitu sabar dibalik teguhnya Pepeng berjuang melawan penyakitnya. Adalah Utami Mariam Siti Aisyah sang istri yang begitu setia menemani bahkan merawat Pepeng selama ini. Utami adalah sosok dibalik kuatnya Pepeng selama ini bertahan dengan penyakitnya meski pada akhirnya pagi tadi ia dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Ia adalah  seorang yang trengginas yang cerdas dan enerjik. Sejak kecil, ia terbiasa berpindah dari satu Negara ke Negara lain dan mengenal berbagai macam budaya dari Negara-negara yang pernah ia singgahi.

“Mbak Tami itu anak duta besar. Sejak kecil atau remaja, kalau ngomong enggak bisa satu bahasa. Campur, karena sering ikut ayahnya dinas,” ujar Charles Gozali, sutradara Finding Srimulat yang juga sahabat keluarga Pepeng. Bahkan saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Indonesia, ia menjadi sosok yang paling aktif. Cara berpakaian dan bergaulnya berbeda dengan mahasiswa lain kala itu. Tentu sebab ini karena ia telah melihat berbagai budaya Negara di hidupnya.

Namun semua cirri khas tersebut kemudian hilang dipersuami oleh Pepeng, komedian yang namanya meroket berkat telekuis Jari-jari. Pepeng sama energiknya dengan Utami. Hanya saja, pada tahun 2005 Pepeng mendapat mimpi buruk. Ia didiagnosis multiple sclerosis. Penyakit tersebut menyerang saraf otak dan mengakibatkan anggota tubuh lumpuh secara perlahan. Karena penyakit tersebut, Pepeng dipaksa untuk mengahbiskan waktunya di atas kursi roda dan hanya berdiam diri di atas tempat tidur. Meski mendapat cobaan sebesar itu, Utami tetap setia merawat suaminya.

“Dia setiap malam harus tiba-tiba terjaga, bangun kalau Mas Pepeng bangun. Kalau bagian tubuhnya pegal dan mau miring, itu harus dimiringkan karena enggak bisa gerak sendiri,” ungkap Charles menjelaskan perjuangan Utami. Tak hanya itu, Utami juga harus membantu suaminya untuk membuang air. “Kalau enggak salah di akhir hidupnya itu Mas Pepeng enggak bisa mengeluarkan kotoran sendiri, meskipun lewat selang. Jadi harus dibantu dikorek.” Sambungnya.

Tak heran jika menjelang hayatnya di Rumah Sakit Cinere, Rabu (6/5) pukul 10.05 WIB, Pepeng seperti menunggu kedatangan istrinya. Ia sudah kritis karena sesak dada sejak pukul 02.00 dini hari namun masih bertahan sampai Utami datang di sampingnya. Seperti yang diungkapkan Bens Leo, Utami sempat membacakan Al-Quran untuk Pepeng. Juga tak lupa membisikkan “I love you“. Baru setelah itu, Pepeng nyawanya pergi dengan tenang dan tubuhnya tampak bersahaja.

Nur Wahyuni Utami

a girl who loves get lost in books, loves watching people and busy having fun in front of monitor. Coffee enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.