Merasa Dirugikan, Band Crying Nut Tuntut CNBLUE Rp. 170 Juta!

Punk band asal Korea Selatan, Crying Nut menuntut CNBLUE membayar denda sebesar 15 juta Won atau sekitar 170 juta Rupiah. Band ini rupanya merasa dirugikan oleh tindakan CNBLUE yang menggunakan lagu mereka secara lip synch tanpa izin beberap waktu yang lalu. Ini membuat pihak Crying Nut merasa karya mereka tak dihargai oleh boyband besutan FNC Entertainment ini.

Boyband Korea Selatan, CNBLUE dituntut membayar denda oleh band punk Crying Nut krena pelanggaran hak cipta~ kpopbuddy.com
CNBLUE dituntut membayar denda oleh band punk Crying Nut~ kpopbuddy.com

Sebenarnya, tuntutan yang dilayangkan oleh Crying Nut ini dialamatkan bukan untuk CNBLUE secara personal. Tuntutan ini lebih ditunjukan pada agensi yang menaungi mereka. Ternyata kasus pelanggaran hak cipta yang dituding dilakukan CNBLUE terhadap Crying Nut ini sudah terjadi sejak 2013 yang lalu. Dan baru sekaranglah menemui titik terang untuk kedua belah pihak.

Hal ini berawal saat CNBLUE menggunakan lagu “Deadly Offside” milik Crying Nut. Sebenarnya, sudah ada kesepakatan antara pihak agensi dan Crying Nut, bahwa CNBLUE akan menggunakan lagu mereka tersebut secra langsung. Namun kenyataanya, CNBLUE malah menggunakanya untuk lip synch. Tak hanya itu pihak CNBLUE juga menjual DVD lip synch lagu Crying Nut ini di Jepang.

Tak terima, Crying Nut lantas membawa masalah ini ke pengadilan agraria. Setelah hampir 3 tahun berjalan, hakim Yang Hwan Seong dari Seoul Central District Court, memberi hukuman pihak agensi CNBLUE untuk membayarkan denda pada Crying Nut. Denda yang dijatuhkan atas tuduhan pelanggaran hak cipta ini senilai 15 juta Won atau setara dengan 170 juta Rupiah lebih.

“Dalam suatu acara, CNBLUE menggunakan lagu Crying Nut tanpa izin. Dan dengan instrument dari lagu Crying Nut mengalun di speaker, mereka berpura-pura menyanyikanya. Jelas sudah ini adalah salah satu bentuk pelanggaran hak cipta” kata hakim Yang Hwan Seong. Hingga berita ini dibuat, belum ada tanggapan pihak CNBLUE ataupun agensi atas tuntutan pihak Crying Nut ini.

Yuyun Nurhidayati Amalia

A woman who devote her life as a reader, observer, long life learner, film enthusiast and the avid fan of conspiracy theory.