Music Video Wildest Dreams Berbau Kolonialisme, Taylor Swift Dikecam

Taylor Swift baru saja merilis music video terbaru untuk lagu yang berjudul Wildest Dreams. Video klip yang mengusung tema retro tersebut berhasil menyedot penonton yang menonton music video tersebut sebanyak 12 juta orang lebih. Angka fantastis didapatkan hanya dalam kurun waktu 3 hari sejak dirillis pada awal pekan ini.

Music Video Wildest Dreams Berbau Kolonialisme, Taylor Swift Dikecam - okezone.com
Music Video Wildest Dreams Berbau Kolonialisme, Taylor Swift Dikecam – okezone.com

Tetapi music video Wildest Dreams tersebut telah mengundang beberapa reaksi keras kalangan tertentu karena di video tersebut Taylor dianggap tak peka terhadap kolonialisme. Di video tersebut terdapat cuplikan yang mengkisahkan Taylor sednag bermimpi bahwa Afrika dipenuhi oleh orang berkulit putih. Bahkan di vidoe tersebut terdapat tulisan jelas yaitu “Taylor Swift Is Dreaming of A Very White Africa” (Taylor Swift Memimpikan Afrika yang Dipenuhi Kulit Putih.

“Taylor Swift berpakaian seperti perempuan era colonial di tanah Afrika. Semua model di video klip ini perempuan,” tulis pihak dari NPR (National Public Radio) dari Uganda.

Pihak NPR tersebut mengungkapkan bahwa pihak yang yang terlibat dalam pembuatan music video tersebut mengatakan bahwa tak ada yang salah dengan penyinggungan kulit putih yang bahkan tak menampilkan orang berkulit putih yang merupakan khas Africa di video tersebut.

“Kami terkejut, di tahun 2015, Taylor Swift, perusahaan rekaman dan tim produksi videonya menganggap tidak ada yang salah dengan video yang menampilkan fantasi kolonialis kulit putih tentang Afrika” ujarnya.