Olga Ternyata Sudah Nyaris Koma Saat Pertama Dibawa ke Singapura

7 hari tahlilan meninggalnya Olga Syahputra telah selesai di laksanakan. Dan seperti janji Mak Vera, sang manager dan keluarga akhirnya duudk bersama untuk membongkar dan mengungkapkan semua misteri yang meliputi kematian sang komedian. Sesuatu yang sangat ditunggu oleh khalayak sejak berbulan-bulan yang lalu.

Olga koma saat ke Singapura~www.majalahberita.com
Olga sudah koma saat dibawa ke Singapura~www.majalahberita.com

Mak Vera selaku manager dan juga Billy sebagai adik Olga, akhirnya menjawab pertanyaan wartawan mengenai misteri kematian Olga Syahputra. Keduanya mmebantah menutupi penyakit yang diderita oleh Olga. Sekali lagi, Mak Vera dan Billy menegaskan bahwa radang selaput otak adalah penyebab Olga meninggal dunia. Bukan akibat HIV AIDS apalagi guna-guna seperti yang digosipkan orang selama ini.

Selain itu, Mak Vera juga membantah untuk membatasi apalagi mempersulit para sahabat untuk menjenguk Olga Syahputra. Menurutnya, kondisi Olga yang butuh istirahat dan perawatan yang intensif, memaksanya untuk membatasi siapa saja yang bisa menjenguk Olga Syahputra. Terutama saat yang bersangkutan di bawa ke RS Mount Elizabeth, Singapura. Hal ini dilakukanya karena untuk menjaga kondisi Olga tetap stabil.

“Saat dirawat di Jakarta kan Olga kurang istirahat. Ada teman yang jenguk jam 2 pagi. Ada juga yang jenguk jam 11 pagi. Kapan Olga mau istrirahat?” begitu alasan Mak Verta saat ditanya mengapa begitu protektif terhadap Olag saat di Singapura. Selain itu, terkuak pula bahwa kondisi Olga pun ternyata sudah parah saat dibawa ke Singapura.

Olga dikabarkan sudah nyaris sekarat dan koma saat pertama kali dibawa di RS Mount Elizabeth, Singapura. Artinya, kondisi Olga sebenarnya sudah sangat parah meskipun dia sudah dibawa ke Singapura pada waktu itu. Banyak yang menduga bahwa Olga terlambat dibawa ke Singapura untuk mendapat perawatan yang intensif. Karen aitu, tak sedikit pula yang mengklaim bahwa mungkin Olga sebenarnya sudah koma sejak lama, dan hidup hanya dibantu dengan peralatan medis semata.

Yuyun Nurhidayati Amalia

A woman who devote her life as a reader, observer, long life learner, film enthusiast and the avid fan of conspiracy theory.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.