Pengadilan Tinggi Bangladesh Larang Penayangan ‘Rana Plaza’

Pada tahun 2013 silam, terjadi sebuah insiden besar terjadi di Dhaka. Dalam insiden mengerikan tersebut, lebih dari 1.000 jiwa melayang. Insiden menegrikan tersebut, diangkat kedalam sebuah film berjudul ‘Rana Plaza’. Namun, Pengadilan tinggi Bangladesh melarang ‘Rana Plaza’ tayang untuk enam bulan kedepan. Kenapa ya?

Tragedi Rana Plaza di Dhaka - guim.co.uk
Tragedi Rana Plaza di Dhaka – guim.co.uk

Layaknya sebuah film adaptasi true story lainnya, ‘Rana Plaza’ menceritakan kembali apa yang terjadi pada insiden tersebut. Inti film menceritakan tentang buruh pabrik garmen yang selamat setelah terjebak selama 17 hari di balik reruntuhan pabrik yang kolaps.

Dalam ‘Rana Plaza’ terdapat salah satu adegan mengerikan saat insiden tersebut terjadi. Nah, pihak pengadilan meminta bagian ini dihapus atau dihilangkan. Namun, produser film tak mengindahkan permintaan tersebut. Alhasil, pengadilan mengeluarkan larangan tersebut.

Menurut Associated Press, pelarangan tayang ‘Rana Plaza’ berawal dari petisi yang timbul mengenai film tersebut. Petisi yang dibuat oleh organisasi persatuan pekerja itu meminta agar adegan sensitif dihilangkan.

Meskipun dilarang tayang, sebenarnya pada Juli lalu, film arahan sutradara Nazrul Islam Kan ini sudah lulus sensor dan direncanakan akan tayang serentak di 100 bioskop di Bangladesh pada 4 September mendatang. Pihak Pengadilan Tinggi, secara terpisah meminta penjelasan kepada tim sensor kenapa ‘Rana Plaza’ tak perlu dilarang penayangannya secara permanen, melainkan hanya enam bulan.

Dinar Firda Rosa

just another girl! Google me and find out yourself~