Perlu ‘kah Memberikan Gadget Untuk Mainan Anak?

Indonesia kaya akan permainan tradisional, sejak kecil pasti Anda diajarkan beberapa permainan tradisional yang melatih Anda untuk tubuh dan kembang seperti orang tua Anda inginkan. Ada beberapa permainan tradisional yang biasa dimainkan oleh anak Indonesia yaitu congklak, galah asin, lompat tari, bekel, dan lain-lain. Permainan tradisional itu biasa dilakukan anak-anak di sekolah dan pada sore hari setelah pulang sekolah bersama teman rumah, banyak juga ditemukan anak-anak bermain sambil makan. Hal ini sudah jarang ditemukan karena permainan tradisional sudah tidak menarik lagi bagi anak serta banyak anak tidak lagi bermain mainan tradisional melainkan bermain mainan anak di gadget.

1 Gadget Anak

Permainan di gadget untuk anak dilansir dari tempo.co, dr. Sophia Hage mengatakan bahwa orang tua perlu membatasi gadget anak. Pemakaian gadget untuk anak sebaiknya tidak lebih dari dua jam per hari karena dapat membatasi lama waktu yang dihabiskan untuk duduk. Hage juga mengatakan bahwa anak yang terus duduk tidak ada aktifitas beresiko terkena masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, diabetes mellitus, dan hipertensi. Untuk itu dr. Hage menganjurkan untuk anak mempunyai kegiatan yang tidak hanya duduk di tempat misalnya bisa berbentuk permainan olahraga dan juga mainan anak yang berbentuk fisik, jadi anak bisa aktif bermain. Anda bisa melihat contoh permainan untuk anak di www.character-land.com

Sebenarnya tidak ada salahnya anak diberikan fasilitas gadget oleh orang tua karena gadget juga termasuk salah satu mainan anak. Namun, seperti yang sudah dikatakan oleh dr. Sophia Hage orang tua harus pintar-pintar dalam mengatur waktu anak ketika bermain gadget dan juga memilih mainan yang terdapat pada gadget tersebut. Berikut ada tiga cara untuk orang tua mengatur waktu anak bermain gadget:

1. Berikan waktu pada anak untuk bermain game di gadget.

jam - waktu
Misalnya pada jam 3 sore sampai jam 5 sore. Jika bisa, adakan sebuah perjanjian dengan anak Anda agar belajar dan bermain dapat imbang. Bermain tanpa dikontrol oleh Anda akan membuat si anak lupa untuk belajar karena terlalu asik bermain. Sebagai orang tua, ada baiknya Anda dapat mengatur dan memberikan alasan mengapa harus mengimbangi antara belanjar dan bermain.

2. Pilih mainan yang mengandung edukasi tetapi tetap menyenangkan bagi anak-
anak.

Lego
Hal ini untuk merangsang saraf-saraf motorik agar si buah hati tumbuh dengan baik. Mainan edukatif juga bisa digunakan oleh anak yang sudah beranjak besar, contohnya seperti Lego yang bisa dimainkan oleh banyak umur dan sangat baik untuk membantu mengembangkan imajinasi anak.

3. Temani anak ketika anak sedang bermain gadget tetapi beri ia kebebasan.

temani anak saat bermain

Jangan terlalu dikekang. Menemani anak untuk menjaga keamanan dan menghindari dari anak yang memasukan bagian-bagian mainan ke mulutnya, karena keingintahuannya. Untuk itu, berikanlah mainan yang sesuai dengan umurnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Nah tiga cara utama di atas bisa diterapkan bagi orang tua yang sudah mempunyai anak dalam mengatur mainan anak. Semoga bermanfaat ya!

Irfan A. Ofa

Masih-mahasiswa. Masih-manusia. Pemerhati dan Pegiat Dunia Internet. Blogger. Ads-Publisher. Percaya alien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.