Tanggapi Aksi 4 November, Pernyataan Jerinx ‘SID’ Ini Langsung Jadi Viral di Media Sosial

Perhatian masyarakat Indonesia tengah terfokus pada aksi damai 4 November yang hangga kini masih berlangsung. Para pihak masing-masig berlomba member pernyataan atau penilaianannya kepada aksi yang digelar oleh berbagai lapisan masyarakat muslim tersebut. Sosok I Gede Ari Astina atau yang dikenal Jerinx pun tak mau ketinggalan.

Personil band Superman Is Dead. (SID) juga memberikan tanggapannya mengenai dugaan penistaan agama yang belakangan ramai dilamatkan kepada Gebernur Jakarta, Ahok. Melalui dunia maya, Jerinx SID menuliskan komentarnya:

“Saya ga pro Ahok/JKW. Demo besok itu proyek elit orde baru yang ingin berkuasa lagi. FPI itu bikinan mereka. Ga ada hubungannya sama agama. Semua adalah politik. Hanya bisa bubar jika elit orba binasa. 30 tahun lebih mendoktrin bangsa, wajar pola pikir orde baru belum mati hingga kini.

Worst part is, kita kadang ga sadar kita bagian dari mereka. Rizieq terbukti hate speech hina Pancasila, Soekarno, ras lain, kok ga ditangkap? Ya jelas. Ga mungkin majikan nangkap ‘satpam’ yg lagi lindungi ‘rumahnya’.

Jadi pada intinya: f**k Soeharto, f**k CIA, dan f**k Rothschild.
Hidup Indonesia Raja! “

pernyataan Jerinx SID
pernyataan Jerinx SID

Pada status ini ada yang berkomentar tentang Front Pembela Islam, pihak yang paling tampak sebagai penggerak aksi ini.

“Pada prinsipnya FPI itu bentukan CIA melalui gurita ORBA itu tidak salah, parameter dan indikator FPI sebagai gerakan radikal yang tidak edukatif juga sanat jelas, saya juga muslim, tapi saya belum mukmin… ada gerakan sistematis intelijen asing di segala lini yang memang tujuannya menghancurkan NKRI, salah satunya FPI,” tutur pemilik akun Sudaryono NM.

Pada kesempatan lain, Jerinx kembali mengungkapkan unek-uneknya. Dia menuliskan:

pernyataan Jerinx SID
pernyataan Jerinx SID

“Apa yang akan saya lakukan jika agama saya dihina? Saya akan diam. Kenapa? Karena saya percaya Tuhan maha kuasa.
Ingat ya, Bali dibom dua kali oleh orang-orang yang mengatasnamakan sebuah agama, menganggap Bali sebuah tempat yang ‘kotor dan layak dilenyapkan’.

Tapi apa yg terjadi setelah bom-bom tersebut? Ga ada yang namanya demo atau aksi menolak agama tertentu di Bali. Yang terjadi malah saling bantu untuk memulihkan Bali.

Sekarang bayangkan, jika saya dan orang-orang Bali lainnya berpola pikir, ‘wah, agama itu memusuhi agama/budaya saya, dan agama saya mengajarkan saya untuk membalas dendam dan membunuh orang-orang tersebut’ bisa kamu bayangkan apa yang akan terjadi?

Ya. Perang. Perang. Dan perang. Darah. Air mata. Kehancuran. Lalu? Masuklah asing dengan propaganda ‘mendamaikan’ konflik dan mengambil alih semua SDA yang dimiliki bangsa ini. Kasus seperti itu sudah banyak terjadi di belahan bumi lain.

Dan cara yang paling gampang untuk mencegah semua itu adalah: berhentilah menjadi pembela agama. Simpan agamamu untuk dirimu sendiri. Untuk apa percaya Tuhan itu maha kuasa jika kamu masih menyangsikan kekuatannya? Salam Indonesia Raja! “

Dalam status ini dia membalas komentar salah satu liker.

“Tapi ada berapa orang yang mati karena Ahok? Apa sudah benar benar terbukti Ahok menghina Islam? Kenapa banyak juga ulama yang bela Ahok? Kenapa politisi2 korup pada patungan biayai aksi besok? Kenapa dekat pilkada? Terlalu banyak keganjilan. Terlalu memaksa.” tulisnya.

Nur Wahyuni Utami

a girl who loves get lost in books, loves watching people and busy having fun in front of monitor. Coffee enthusiast.