Pesta Bikini SMA Dan Memaknai Hari Pendidikan Nasional di Indonesia

2 Mei di Indonesia selalu diperingati sebagai hari pendidikan nasional. Bertepatan dengan tanggal lahirnya tokoh pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, maka setiap tanggal 2 Mei dirayakan sebagai pendidikan di Indonesia. Dan sejak 1908 hingga kini, maka setiap tanggal 2 Mei kita akan memperingati dan merefleksi hari pendidikan di Indonesia.

 Memaknai Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei 2015 ini dan juga refleksi pesta bikini SMA~hanaviyah37.wordpress.com
Memaknai Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei 2015 ini ~hanaviyah37.wordpress.com

Lalu bagaimana dengan pendidikan di Indonesia di zaman modern ini? Secara global, kita bisa mengatakan bahwa pendidikan di Indonesia mengalami progress yang sangat signifilkkan. Apalagi ditambah dengan semakin mudahnya mengakses informasi dengan menggunakan gadget dan internet yang kini semakin mudah dan praktis digunakan. Tak heran jika setiap siswa bisa mendapatkan informasi dengan mudah, baik yang bersifat edukasi ataupun non edukasi melalui tangan mereka sendiri.

Namun sayang melalui teknologi pulalah generasi muda di Indonesia juga mendapat ancaman yang serius akan invasi budaya asing, yang dirasa kurang pantas dan bertentangan dengan adat ketimuran. Salah satunya yang sedang heboh belakangan ini adalah mengenai sebuah event Pesta Bikini SMA yang kabarnya di helat oleh beberapa sekolah menengah atas di Jakarta.

Tentu saja pesta bikini SMA ini membuat banyak pihak terhenyak akan adanya budaya kurang pantas, yang ternyata mulai diadopsi oleh generasi muda kita di Indonesia. Dengan embel-embel melepas lelah, penat dan stress pasca UN, maka EO penyelenggara pesta seolah membenarkan adanya pesta secamacam ini. Namun dikarenakan pro dan kontra yang merebak di Indonesia, maka pesta bikini SMA ini pun akhirnya dibatalkan dan pihak EO kini harus berurusan dengan pihak yang berwajib.

Apa yang salah dengan pendidikan di In donesia? Tentu saja yang salah bukan pendidikanya. Bukan pula gadget yang memberikan informasi dengan begitu mudah oleh sisiwa, sehingga mereka bisa mengakses apapun termasuk undangan pesta bikini SMA yang konon kabarnya disebarkan melalui internet. Adanya degradasi moral dan budaya latah alias ikut –ikutan lah menjadi salah satu hal yang mencoreng pendidikan di Indonesia.

Pesta Bikini SMA, Degradasi moral atau sekedar ikut ikutan saja tanpa alasan yang jelas?~www.jpnn.com
Pesta Bikini SMA, Degradasi moral atau sekedar ikut ikutan saja?~www.jpnn.com

Degradasi moral dimana kebebasan yang kebablasan ditambah budaya latah alis ikut-ikutan dari budaya bangsa barat, menjadi coreng tersendiri dalam pendidikan di Indonesia. Boleh saja kita mengadopsi budaya barat karena tak semuanya buruk bagi kita. Ada beberapa budaya luar seperti etos kerja tinggi, kerja keras, dan banyak hal yang bisa kita adopsi dan diterapkan untuk budaya bangsa kita. Namun bukankah ada baiknya jika tak semua budaya tersebut kita telan mentah-mentah tanpa adanya filter sama sekali?.

Pendidikan bukan hanya kita, anak-anak kita, adik-adik dan saudara kita duduk di dalam kelas menrima pelajaran secara teoristis semata. Pendidikan bukan hanya mengembangkan otak dan keterampilan saja. Pendidikan pun sebaiknya menyasar moral dan kepribadian bangsa untuk menciptakan generasi muda yang cerdas secara moral dan intelektual. Tentu saja di zaman modern seperti ini, adalah hal yang sulit membendung budaya asang masuk dan merangsek ke Indonesia. Namun bukan berarti kita menyerah dan membiarkan bangsa kita kehilangan identitas dan ciri khas budaya mereka sendiri bukan?

Memaknai Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei ini bukan hanya dengan upacara dan menyanyikan lagu Hymne Guru. Adalah bagaimana kita mendidik diri kita sendiri dan lingkungan terdekat seperti keluarga, untuk mencintai budaya bangsa dan tidak latah mengikuti budaya yang kurang pantas untuk diikuti dan diterapkan di negeri tercinta ini. Bukan berarti kita apatais dan tidak membuka diri akan perkembangan di luar sana. Hanya saja, mencinta budaya dan negri sendiri bukanlah aib dan cela. Bukanlah kebudayaan dan adat istiadat di Indonesia adalah harta berharga yang membuat bangsa lain di luar sana iri pada kita?

Jadi, sudahkah kita mendidik diri kita sendiri untuk lebih mencintai budaya bangsa, dan tak latah ikut-ikutan budaya asing? Atau mulai lupa sehingga terseret terlalu jauh, dalam pengaruh budaya asing tanpa filter yang masuk begitu saja ke tengah-tengah kita ? Jawabnya ada di dalam diri kita sendiri tentunya.

Yuyun Nurhidayati Amalia

A woman who devote her life as a reader, observer, long life learner, film enthusiast and the avid fan of conspiracy theory.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.